Minggu, 23 Mei 2010

Domain dan Reseller Domain Murah


Promo bagus di bulan Mei.
Reseller domain minimal 3 domain / deposit minimal 250rb.

Arjuna Promo 100M diskspace/5GB monthly bandwidth > 2.500rb/bulan = 30.000/th

Domain name: .com/.net/.org/.us/.biz/.info/.name = 85rb/th (new/transfer/renewal)

Free setup...
Free hosting transfer...

visit: www.pandawahosting.com

Paku "Bisa jadi Penentu Nasib Bangsa"

Kamu tahu ndak, barang simple yang ada di Indonesia yang paling banyak berpengaruh dalam keseharian Indonesia. Ayo coba tebak ? barang itu bukan flashdisk, bukan blackberry.. tapi barang simple itu adalah paku.

Ya tidak dipungkiri bahan dari besi yang berfungsi untuk melekatkan kedua bahan yang sifatnya lunak ini sudah dikenal sejak zaman Romawi. Paku bisa membuat orang celaka dan bisa juga membuat orang bahagia. Jadi paku bagaikan pisau bermata dua. Bila paku mengenai kaki , pasti kita akan pusing memikirkan ongkos cabut dan jahit kaki kita.
Paku sudah memberikan torehan sejarah bagi negeri ini. kalo tidak dipungkiri ada banyak sisi positib dari paku. Dari membangun gubug bambu sampai membangun sebuah negara maju. Di Indonesia paku sudah banyak digunakan dalam event-event besar di negeri ini. Mulai dari zaman Soeharto sampai dengan zaman Megawati, paku memiliki peranan penting dalam menentukan nasib bangsa dan rakyat Indonesia selama 5 tahun. Malahan karena saking lamanya berkuasa, di zaman Soeharto ada istilah Sang Paku Juara buat Presiden kedua Indonesia.

Teringat akan paku, pada hari Minggu 23 Mei 2010, aku bersama paku menjadi saksi hidup dan mati (tentunya saksi hidupnya aku dan saksi matinya paku) pemilihan kepala daerah di sebuah kabupaten yang menjadi central bergurunya murid murid se-Indonesia. Kabupaten tingkat II Sleman namanya. Seperti yang aku katakan tadi "paku bagaikan pisau bermata dua". Paku bisa menjadi suka,duka, teman atau lawan. Paku bisa membangun suatu bangsa, dan malahan paku bisa juga merobohkan suatu bangsa. Kalo kita salah mencobloskan paku pada pemimpin yang tidak amanah, maka tunggulah kehancuran negeri tersebut.

Rabu, 19 Mei 2010

Pengetesan Komponen Pengapian

1.Coil Pengapian

Pengecekan Lilitan Primer
Pemeriksaan resistensi harus dilakukan utnuk mengetes lilitan primeir. Untuk mengetes lilitan primeir, baca ohm meter dengan menggunakan AVO METER, hubungkan pada kedua terminal primeir, dan bacaannya secara akurat dicatat Bacaan tersebut harus cocok dengan spesifikasi pabrik.

Contoh:
Koil 12V – 2,5 sampai 3 Ohm
Koil Ballast – 1,5 sampai 2 Ohm
Koil Hei – 0,8 sampai 1 Ohm.

Bacaan yang benar akan menunjukkan bahwa baik rangkaian dan faktanya tidak ada yang korslet.

  • Coil Lilitan Sekunder
Untuk mengetes lilitan sekunder maka test resistansi harus dilakukan pada lilitan sekunder. Ohmmeter (Diatur pada salah satu rentang yang tinggi) dihubungkan diantara outlet tegangan tinggi dan salah satu dari terminal primer. Pabrik menentukan rentang resistansi dimana nilai sekundernya berada pengaturan umum dari nilai-nilai tersebut berada diantara 9.000 dan 12.000 ohm.

    Bacaan yang benar pada rentang yang telah ditetapkan akan menunjukkan baik rangkaian yang lengkap dengan hubungan yang baik pada lilitan primer, maupun lilitan-lilitan tidak korslet bersamaan.

    • Pengecekan Massa Isolasi
    Untuk mengecek kesalahan pemassaan satu seri test lamp (lampu pengetes) dihubungkan diantara satu dari terminal primer dan wadah logam coil. Lampunya tidak boleh menyala. Bila menyala, coilnya rusak dan harus diganti.

    • Pengujian Output

    Test out put scunder harus juga diterapkan pada coil menghubungkannya pada mesin pengetes yang dapat menghasilkan arus yang terganggu. Dengan menghubungkan outlet tegangan tinggi koil ke celah percikan bunga api yang berubah-ubah, ‘ukuran’ maksimum percikan bunga api (atau enerji yang tersedia) yang dapat diproduksi, dapat diukur. Hal tersebut harus dibandingkan dengan coil yang baru, lebih kurang 13 mm.

    Catatan: Pengujian ini harus dilakukan pada temperatur kerja koil.
    Catatan penting: Alat uji coil pengapian berdaya tinggi.
    Alat uji output coil pengapian tidak boleh digunakan untuk menguji coil pengapian yang berenerji tinggi yang dirancang untuk system pengapian elektronik

    2. Kondensor Pengapian

    Ada tiga pengujian yang harus dilakukan terhadap kondensor.

    • Kebocoran, untuk memastikan arus tidak bocor melalui bahan penyekat dielektrik.
    • Kapasitas, untuk memeriksa keadaan plat untuk memastikan kondensor mempunyai kapasitas untuk menyimpan semua enerji listrik.
    • Resistansi seri, untuk memeriksa sambungan kabel kondensor ke plat.

      Alat ukur condensor otomotif harus digunakan sesuai dengan kondisi aslinya, menyediakan tegangan dan siklus pengisian yang mensimulasikan kerjanya pada engine

        3. Kontak Point

        Kontak point pengapian memerlukan perawatan yang tinggi dan penting dalam system pengapian, jika ada keragu-raguan pada kontak point segeralah ganti

        1. Periksa permukaan kontak point, warna abu-abu menujukkan pemakaian normal, permukaan yang berwarna biru tua terbakar menunjukka salah satu dari:

        • celah terlalu kecil.
        • Kondensor rusak
        • Lilitan koil rusak.

        2. Pemeriksaan lainnya

        • Kekuatan pegas.
        • Kabel listrik dan sambungan.
        • Celah kontak point.
        • Keausan poros cam distriburtor.

        4. Ballast Resistor

        Ballast resistor diperiksa dengan menggunakan ohmmeter, dua kali yaitu saat engine masih dingin dan pada temperatur kerja.

        Gunakan spesifikasi pabrik saat menguji keterpakaian ballast resistor.

        5. Kabel Tegangan Tinggi dan Tutup Distributor

        Resistansi kabel tegangan tinggi dan tutup distributor diperiksa dengan menggunakan ohmmeter.


        Rentang nilai resistansi kabel tegangan tinggi biasanya berkisar antara 10 – 25 K ohm, tergantung panjangnya.

        Kabel yang diidentifikasi mempunyai resitansi tinggi harus dilepas dari distributor. Terminalnya harus dilepas, periksa dan uji kembali jika terdapat permasalahan karat. Tutup distributor harus diperiksa secara visual untuk mengetahui keretakan, terminal yang berkarat atau rusak.

        6. Kapasitor

        Penguji kapasitor harus digunakan untuk menentukan:

        • Kapasitas kapasitor
        • Resistansi atau kebocoran insulator
        • Resistansi seri
        • Hubungan singkat atau ke massa
        • Hubungan singkat internal rangkaian.
        Untuk mengecek kapasitor dengan pengujian:
        • Hubungkan salah satu kabel alat uji ke kabel kapasitor
        • Hubungkan ujung lainnya ke badan kapasitor.
        • Hidupkan alat uji.
        • Putar tombol penguji ke arah ‘ capacity’
        • Perhatikan pembacaan alat ukur dan bandingkan dengan spesififkasi pabrik.
        • Putar tombol penguji ke arah ‘leakage’.
        • Perhatikan pembacaan alat ukur. Penunjukan jarum harus di luar garis merah.
        • Putar tombol penguji ke arah ‘series resistance’.
        • Perhatikan pembacaan alat ukur. Penunjukan jarum harus di dalam garis merah.

        Catatan:

        Hubungan singkat ke massa atau hubungan singkat di dalam rangkaian akan terdeteksi dengan salah satu pengujian ini. Kapasitor dapat diuji dengan menggunakan alat uji osiloskop.

          7. Pembangkit PulsaUntuk mengetest pembangkit pulsa pada distributor pengapian elektronik

          • Gunakan ohmmeter dan aturlah pada rentang terrendah.
          • Masukkan setiap kabel ke kabel tegangan tinggi dari pembangkit pulsa.
          • Periksa pembacaan meter dan bandingkan dengan spesifikasi pabrik

          GambarModul Pengendali Pengapian Elektronik Karena tidak ada cara yang umum dalam pemeriksaan kotak pemicu, disarankan mengikuti petunjuk yang dijelaskan oleh pabrik. Instrumen pengujian yang digunakan adalah:

          Sumber : http://elearning.smkpraskabjambi.sch.id


          Proses dan Cara Mendapatkan Bayi Kembar


          Bayi kembar merupakan sebuah peristiwa yang jarang didapatkan oleh pasangan suami istri. Kehamilan yang menghasilkan lebih dari satu bayi ini sangat diinginkan oleh kebanyakan orang. Mau tahu bagaimana proses terbentuknya bayi kembar ini?

          Proses terbentuknya:

          Awalnya ada beberapa telur yang dilepaskan dari satu ovulasi. Indung telur tersebut dibuahi oleh sperma. Kemudian telur yang berhasil dibuahi tersebut membelah menjadi dua bagian.
          Terkadang juga hingga 3, 4, bahkan 5 bagian. Hal ini yang dapat memicu terjadinya bayi kembar. Proses pembuahan tersebut dapat terjadi dengan ataupun tanpa obat kesuburan.

          Cara mendapatkan bayi kembar:

          - Faktor keluarga

          Jika didalam keluarga anda ada memiliki anak kembar, ada kemungkinan anda akan mendapatkan anak kembar juga. Faktor keturunan dan genetik juga mempengaruhi terbentuknya anak kembar.

          - Berat badan yang berlebih

          Sebuah hasil penelitian didapatkan dari American College of Obstetrics and Gynecology bahwa dengan meningkatnya berat badan maka kecenderungan untuk mendapatkan bayi kembar akan terjadi.

          - Hamil diusia tua

          Memang kita ketahui bahwa hamil saat usia diatas 45 tahun merupakan resiko yang sangat besar bagi para ibu. Selain dapat mengalami keguguran, kadar gula selama hamil pun dapat meningkat. Tetapi, pada saat usia rentan inilah produktivitas ovulasi sangat tinggi sehinggal ebih dari 17% wanita yang hamil diatas usia 45 tahun akan mendapatkan anak kembar.

          - Mengkonsumsi umbi-umbian dan susu

          Hasil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti Amerika Serikat mendapatkan bukti bahwa umbi-umbian, seperti kentang, ubi, dan susu dapat meningkatkan ovulasi pada sel telur sehingga kemungkinan untuk mendapatkan bayi kembar pun akan terjadi.

          - Fertilitas

          Selain dari semua hal tersebut diatas, faktor kesuburan sangat mempengaruhi. Di zaman yang serba modern ini, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menyuburkan kandungan. Penyuntikan hormon pun dapat ditempuh demi mendapatkan si bayi kembar.

          Cara mendapatkan Bayi Laki-laki atau Perempuan


          Laki-laki perermpu`n sama saja. Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati. Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Bisa!

          Usaha pertama yang harus dilakukan, tentu saja berdoa dan memintanya langsung pada Sang Pembuat Hidup. Cara lainnya, ikhtiar-ikhtiar yang halal bisa dan boleh kita lakukan.

          Setiap kali ejakulasi, laki-laki normal mengeluarkan sperma 2 sampai 5 semprotan. Dalam durasi tersebut, sperma yang dihasilkan sekitar 2 sampai 5 cc. Sperma yang normal tiap cc mengandung 60 � 200 juta spermatozoa. Jadi setiap seorang laki-laki mengalami ejakulasi, 120 sampai 1 milyar sperma telah dikeluarkan dari tubuhnya.

          Seperti yang kita tahu, dalam sperma terdapat dua gen. Androsperma yang juga disebut gen Y dan Gynosperma yang bisa kita sebut sebagai gen X. Gen Y adalah gen yang memungkinkan kita seorang ibu mengandung anak perempuan, sedangkan gen X adalah sebaliknya. Jika suami dan istri sama-sama dominan gen X nya maka kemungkinan besar, keduanya akan mempunyai anak perempuan. Tapi jika sang ayah dominan gen Y dan sang ibu gen X maka kemungkinan besar anak yang dilahirkan adalah laki-laki. Meskipun demikian, hal itu adalah hitung-hitungan logika yang tak pernah mengalahkan keajaiban alam dan kekuasaan Tuhan.

          Cara menghitung masa ovulasi atau puncak masa subur seorang perempuan:

          � Diketahui tanggal awal masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 05.

          � Diketahui tanggal akhir masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 27.

          � Rumus: ((tanggal setiap bulannya) � (tanggal setiap bulannya))/2 = n;

          � kemudian n + tanggal awal masa bersih dari seorang perempuan = masa ovulasi atau puncak masa suburnya seorang perempuan

          penerapan:

          (27 � 05)/2 = 11; 05 + 11 = 16 � setiap hari ke 16 dari sejak awal bersihnya seorang perempuan adalah puncak masa subur dari seorang perempuan atau masa ovulasi

          Ciri-ciri spermatozoa:
          1. Androsperma, membawa gen Y:

            � Bergerak lebih lambat.

            � Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari).

            � Lebih tahan dalam �suasana� asam.

            � Tidak tahan dalam �suasana� basa.

            � Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan.

          2. � Gynospdrma, membawa gen X:

            � Bergerak lebih gesit.

          Jumat, 07 Mei 2010

          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 2)


          Scan tool atau orang juga menyebutnya scanner merupakan alat diagnosa profesional yang digunakan oleh seorang mekanik/teknisi kendaraan, dimana :

          (1) alat tersebut bisa memberikan informasi-informasi seputar nilai variabel dari sensor-sensor atau aktuator yang istilahnya adalah current data yang tentunya akan membantu seorang teknisi untuk mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang timbul.

          (2) alat tersebut bisa memberikan informasi berupa trouble code (kode kerusakan) yang terbaca oleh ECU (Electronic Control Unit). Jangan selalu membayangkan setiap ada kerusakan mobil, pasti bisa dideteksi oleh� scanner/scan tool.
          {---- Yang harus selalu diingat, scanner bukan merupakan dewa, scanner hanya merupakan suatu alat ukur yang membantu kita untuk memecahkan masalah (troubleshooting) kerusakan kendaraan, keputusan final tetap harus pada kita.---}


          (3) alat tersebut bisa digunakan untuk test aktuator (actuator testing). Jadi kita bisa meng-ON/OFF-kan AC, memajukan sudut pengapian, memperbesar/memperkecil semprotan bahan bakar, meng-ON/OFF-kan kipas pendingi dan lain-lain. Kesemuanya itu bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol-tombol dari scanner.

          (4) dan juga pada alat tersebut disediakan alat ukur lain berupa volt meter, osiloskop dan juga ada generator simulasi sinyal.

          Sebenarnya scan tool bukan hanya bisa dipakai oleh seorang teknisi untuk memperbaiki kerusakan kendaraan yang ada. Tetapi lebih dari itu, bagi seorang profesional di bidang race, scanner bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berguna bagi peningkatan performa mesin kendaraan.�



          Cara kerja alat yang bernama scantool/scanner pada prinsipnya adalah sederhana. Scanner mendapatkan kode-kode angka berupa bilangan-bilangan binner (0/1) yang dikirim oleh ECU, kemudian scanner menterjemahkan kode-kode tadi ke dalam bentuk angka-angka, grafik dan sebagainya. Yang menjadi tidak se-simple yang kita bayangkan adalah bagimana kita bisa mengartikan kode-kode tersebut menjadi suatu simbol yang bisa kita pahami. Seperti halnya jika kita berkomunikasi dengan seorang bule dari rusia. Tanpa penerjemah yang kita bawa, tentunya bagi kita-kita yang tidak paham dengan bahasa rusia, tidak bisa memahami apa yang dibicarakan oleh orang rusia tadi. Dalam hal ini penerjemah yang kita bawa bisa diartikan fungsinya sama dengan scan tool. ECU mengirim suatu kode-kode ke scanner, scanner mengartikan kode-kode tadi menjadi informasi yang bisa kita pahami. Dan begitu sebaliknya kita memencet tombol-tombol di scan tool, scan tool mengirimkan kode-kode ke ECU yang bisa dipahami olehnya kemudian ECU balik lagi mengirimkan kode-kode ke scanner...dan begitu seterusnya. Dalam hal ini tentunya telah terjadi percakapan antara ECU dengan scanner (atau kita sebagai pengguna scanner).


          Kode-kode binner yang dikirim atau diterima dari/ke scanner ke/dari ECU dilakukan secara bergantian, disebut komunikasi secara serial. Apa yang dimaksud dengan komunikasi secara serial ?�

          Semua komunikasi pada kendaraan untuk dikoneksikan keluar menggunakan komunikasi serial. Pada prinsipnya ada 2 jenis komunikasi serial. Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver).

          Komunikasi data serial secara sinkron merupakan bentuk komunikasi data serial yang memerlukan sinyal clock untak sinkronisasi. Sinyal clock tersebut akan tersulut pada setiap bit pengiriman data, sedangkan komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal clock sebagai sinkronisasi. Pengiriman data pada komunikast serial pada mikrokontroler tertentu dilakukan mulai dari bit yang paling rendah (LSB) hingga bit yang paling tinggi (MSB).


          Pada gambar di atas diamati dengan osiloskop yang menggambarkan kode binner yang dikirimkan secara serial, yaitu bilangan 0100-0001b. Ingat LSB adalah bit rendah yang dikirimkan setelah "start", dan MSB adalah bit tingginya. 0100 adalah MSB, dan 0001 adalah LSB . Jika digabungkan menjadi 01000001b = 65d. (b=binner, d=desimal). Atau kalau kita lihat ditabel ascii dibwah, meunjukkan bahwa kode ascii untuk angka 65 d adalah huruf a besar (A).


          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 2)


          Scan tool atau orang juga menyebutnya scanner merupakan alat diagnosa profesional yang digunakan oleh seorang mekanik/teknisi kendaraan, dimana :

          (1) alat tersebut bisa memberikan informasi-informasi seputar nilai variabel dari sensor-sensor atau aktuator yang istilahnya adalah current data yang tentunya akan membantu seorang teknisi untuk mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang timbul.

          (2) alat tersebut bisa memberikan informasi berupa trouble code (kode kerusakan) yang terbaca oleh ECU (Electronic Control Unit). Jangan selalu membayangkan setiap ada kerusakan mobil, pasti bisa dideteksi oleh scanner/scan tool.
          {---- Yang harus selalu diingat, scanner bukan merupakan dewa, scanner hanya merupakan suatu alat ukur yang membantu kita untuk memecahkan masalah (troubleshooting) kerusakan kendaraan, keputusan final tetap harus pada kita.---}


          (3) alat tersebut bisa digunakan untuk test aktuator (actuator testing). Jadi kita bisa meng-ON/OFF-kan AC, memajukan sudut pengapian, memperbesar/memperkecil semprotan bahan bakar, meng-ON/OFF-kan kipas pendingi dan lain-lain. Kesemuanya itu bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol-tombol dari scanner.

          (4) dan juga pada alat tersebut disediakan alat ukur lain berupa volt meter, osiloskop dan juga ada generator simulasi sinyal.

          Sebenarnya scan tool bukan hanya bisa dipakai oleh seorang teknisi untuk memperbaiki kerusakan kendaraan yang ada. Tetapi lebih dari itu, bagi seorang profesional di bidang race, scanner bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berguna bagi peningkatan performa mesin kendaraan.



          Cara kerja alat yang bernama scantool/scanner pada prinsipnya adalah sederhana. Scanner mendapatkan kode-kode angka berupa bilangan-bilangan binner (0/1) yang dikirim oleh ECU, kemudian scanner menterjemahkan kode-kode tadi ke dalam bentuk angka-angka, grafik dan sebagainya. Yang menjadi tidak se-simple yang kita bayangkan adalah bagimana kita bisa mengartikan kode-kode tersebut menjadi suatu simbol yang bisa kita pahami. Seperti halnya jika kita berkomunikasi dengan seorang bule dari rusia. Tanpa penerjemah yang kita bawa, tentunya bagi kita-kita yang tidak paham dengan bahasa rusia, tidak bisa memahami apa yang dibicarakan oleh orang rusia tadi. Dalam hal ini penerjemah yang kita bawa bisa diartikan fungsinya sama dengan scan tool. ECU mengirim suatu kode-kode ke scanner, scanner mengartikan kode-kode tadi menjadi informasi yang bisa kita pahami. Dan begitu sebaliknya kita memencet tombol-tombol di scan tool, scan tool mengirimkan kode-kode ke ECU yang bisa dipahami olehnya kemudian ECU balik lagi mengirimkan kode-kode ke scanner...dan begitu seterusnya. Dalam hal ini tentunya telah terjadi percakapan antara ECU dengan scanner (atau kita sebagai pengguna scanner).


          Kode-kode binner yang dikirim atau diterima dari/ke scanner ke/dari ECU dilakukan secara bergantian, disebut komunikasi secara serial. Apa yang dimaksud dengan komunikasi secara serial ?

          Semua komunikasi pada kendaraan untuk dikoneksikan keluar menggunakan komunikasi serial. Pada prinsipnya ada 2 jenis komunikasi serial. Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver).

          Komunikasi data serial secara sinkron merupakan bentuk komunikasi data serial yang memerlukan sinyal clock untak sinkronisasi. Sinyal clock tersebut akan tersulut pada setiap bit pengiriman data, sedangkan komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal clock sebagai sinkronisasi. Pengiriman data pada komunikast serial pada mikrokontroler tertentu dilakukan mulai dari bit yang paling rendah (LSB) hingga bit yang paling tinggi (MSB).


          Pada gambar di atas diamati dengan osiloskop yang menggambarkan kode binner yang dikirimkan secara serial, yaitu bilangan 0100-0001b. Ingat LSB adalah bit rendah yang dikirimkan setelah "start", dan MSB adalah bit tingginya. 0100 adalah MSB, dan 0001 adalah LSB . Jika digabungkan menjadi 01000001b = 65d. (b=binner, d=desimal). Atau kalau kita lihat ditabel ascii dibwah, meunjukkan bahwa kode ascii untuk angka 65 d adalah huruf a besar (A).


          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 2)


          Scan tool atau orang juga menyebutnya scanner merupakan alat diagnosa profesional yang digunakan oleh seorang mekanik/teknisi kendaraan, dimana :

          (1) alat tersebut bisa memberikan informasi-informasi seputar nilai variabel dari sensor-sensor atau aktuator yang istilahnya adalah current data yang tentunya akan membantu seorang teknisi untuk mendiagnosa kerusakan-kerusakan yang timbul.

          (2) alat tersebut bisa memberikan informasi berupa trouble code (kode kerusakan) yang terbaca oleh ECU (Electronic Control Unit). Jangan selalu membayangkan setiap ada kerusakan mobil, pasti bisa dideteksi oleh scanner/scan tool.
          {---- Yang harus selalu diingat, scanner bukan merupakan dewa, scanner hanya merupakan suatu alat ukur yang membantu kita untuk memecahkan masalah (troubleshooting) kerusakan kendaraan, keputusan final tetap harus pada kita.---}


          (3) alat tersebut bisa digunakan untuk test aktuator (actuator testing). Jadi kita bisa meng-ON/OFF-kan AC, memajukan sudut pengapian, memperbesar/memperkecil semprotan bahan bakar, meng-ON/OFF-kan kipas pendingi dan lain-lain. Kesemuanya itu bisa dilakukan dengan hanya memencet tombol-tombol dari scanner.

          (4) dan juga pada alat tersebut disediakan alat ukur lain berupa volt meter, osiloskop dan juga ada generator simulasi sinyal.

          Sebenarnya scan tool bukan hanya bisa dipakai oleh seorang teknisi untuk memperbaiki kerusakan kendaraan yang ada. Tetapi lebih dari itu, bagi seorang profesional di bidang race, scanner bisa juga dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi-informasi yang berguna bagi peningkatan performa mesin kendaraan.



          Cara kerja alat yang bernama scantool/scanner pada prinsipnya adalah sederhana. Scanner mendapatkan kode-kode angka berupa bilangan-bilangan binner (0/1) yang dikirim oleh ECU, kemudian scanner menterjemahkan kode-kode tadi ke dalam bentuk angka-angka, grafik dan sebagainya. Yang menjadi tidak se-simple yang kita bayangkan adalah bagimana kita bisa mengartikan kode-kode tersebut menjadi suatu simbol yang bisa kita pahami. Seperti halnya jika kita berkomunikasi dengan seorang bule dari rusia. Tanpa penerjemah yang kita bawa, tentunya bagi kita-kita yang tidak paham dengan bahasa rusia, tidak bisa memahami apa yang dibicarakan oleh orang rusia tadi. Dalam hal ini penerjemah yang kita bawa bisa diartikan fungsinya sama dengan scan tool. ECU mengirim suatu kode-kode ke scanner, scanner mengartikan kode-kode tadi menjadi informasi yang bisa kita pahami. Dan begitu sebaliknya kita memencet tombol-tombol di scan tool, scan tool mengirimkan kode-kode ke ECU yang bisa dipahami olehnya kemudian ECU balik lagi mengirimkan kode-kode ke scanner...dan begitu seterusnya. Dalam hal ini tentunya telah terjadi percakapan antara ECU dengan scanner (atau kita sebagai pengguna scanner).


          Kode-kode binner yang dikirim atau diterima dari/ke scanner ke/dari ECU dilakukan secara bergantian, disebut komunikasi secara serial. Apa yang dimaksud dengan komunikasi secara serial ?

          Semua komunikasi pada kendaraan untuk dikoneksikan keluar menggunakan komunikasi serial. Pada prinsipnya ada 2 jenis komunikasi serial. Dikenal dua cara komunikasi data secara serial, yaitu komunikasi data serial secara sinkron dan komunikasi data serial secara asinkron. Pada komunikasi data serial sinkron, clock dikirimkan bersama-sama dengan data serial, sedangkan komunikasi data serial asinkron, clock tidak dikirimkan bersama data serial, tetapi dibangkitkan secara sendiri-sendiri baik pada sisi pengirim (transmitter) maupun pada sisi penerima (receiver).

          Komunikasi data serial secara sinkron merupakan bentuk komunikasi data serial yang memerlukan sinyal clock untak sinkronisasi. Sinyal clock tersebut akan tersulut pada setiap bit pengiriman data, sedangkan komunikasi asinkron tidak memerlukan sinyal clock sebagai sinkronisasi. Pengiriman data pada komunikast serial pada mikrokontroler tertentu dilakukan mulai dari bit yang paling rendah (LSB) hingga bit yang paling tinggi (MSB).


          Pada gambar di atas diamati dengan osiloskop yang menggambarkan kode binner yang dikirimkan secara serial, yaitu bilangan 0100-0001b. Ingat LSB adalah bit rendah yang dikirimkan setelah "start", dan MSB adalah bit tingginya. 0100 adalah MSB, dan 0001 adalah LSB . Jika digabungkan menjadi 01000001b = 65d. (b=binner, d=desimal). Atau kalau kita lihat ditabel ascii dibwah, meunjukkan bahwa kode ascii untuk angka 65 d adalah huruf a besar (A).


          Kamis, 06 Mei 2010

          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 1)

          Melihat begitu banyaknya scanner atau scan tool yang dijual dipasaran, dan sangat bervariasi sekali dalam segi harga atau model, penulis merasa tergelitik untuk tahu lebih mendalam bagaimana scanner itu bekerja dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dan tentunya setelah memahai cara kerja scantool maka tentunya akan muncul pertanyaan, apakah kita bisa membuat scanner sendiri ?�

          Menjawab hal tersebut kedepannya akan saya coba uraikan dalam bentuk tulisan ini mengenai :
          1. Apa yang dimaksud scanner !
          2. Bagaimana sistem kerja scanner !
          3. Protokol komunikasi data apa saja yang ada sekarang ini !
          4. Membuat scanner sederhana ! (pada pembahasan ini saya sudah mencoba membuat scanner khusus untuk toyota mesin 4AFE)

          Sebenarnya goal tulisan nantinya bukan sekedar memberikan rangkaian yang simple dan software buatan sendiri. Tetapi lebih dari itu, dengan kita bisa memahami kinerja scanner den sekaligus membuat scanner sendiri, maka pemahaman kita mengenai teknologi di kendaraan tentunya akan meningkat yang pastinya akan memberikan dampak ke kita dalam hal penajaman diagnosa kerusakan di kendaraan, khususnya bagi yang bergelut di perbaikan pada teknology advance kendaraan.

          Semoga seterusnya nanti bisa bermanfaat !


          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 1)

          Melihat begitu banyaknya scanner atau scan tool yang dijual dipasaran, dan sangat bervariasi sekali dalam segi harga atau model, penulis merasa tergelitik untuk tahu lebih mendalam bagaimana scanner itu bekerja dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dan tentunya setelah memahai cara kerja scantool maka tentunya akan muncul pertanyaan, apakah kita bisa membuat scanner sendiri ?

          Menjawab hal tersebut kedepannya akan saya coba uraikan dalam bentuk tulisan ini mengenai :
          1. Apa yang dimaksud scanner !
          2. Bagaimana sistem kerja scanner !
          3. Protokol komunikasi data apa saja yang ada sekarang ini !
          4. Membuat scanner sederhana ! (pada pembahasan ini saya sudah mencoba membuat scanner khusus untuk toyota mesin 4AFE)

          Sebenarnya goal tulisan nantinya bukan sekedar memberikan rangkaian yang simple dan software buatan sendiri. Tetapi lebih dari itu, dengan kita bisa memahami kinerja scanner den sekaligus membuat scanner sendiri, maka pemahaman kita mengenai teknologi di kendaraan tentunya akan meningkat yang pastinya akan memberikan dampak ke kita dalam hal penajaman diagnosa kerusakan di kendaraan, khususnya bagi yang bergelut di perbaikan pada teknology advance kendaraan.

          Semoga seterusnya nanti bisa bermanfaat !


          Yuk Bikin "scan tool"/scanner sendiri (BAGIAN 1)

          Melihat begitu banyaknya scanner atau scan tool yang dijual dipasaran, dan sangat bervariasi sekali dalam segi harga atau model, penulis merasa tergelitik untuk tahu lebih mendalam bagaimana scanner itu bekerja dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dan tentunya setelah memahai cara kerja scantool maka tentunya akan muncul pertanyaan, apakah kita bisa membuat scanner sendiri ?

          Menjawab hal tersebut kedepannya akan saya coba uraikan dalam bentuk tulisan ini mengenai :
          1. Apa yang dimaksud scanner !
          2. Bagaimana sistem kerja scanner !
          3. Protokol komunikasi data apa saja yang ada sekarang ini !
          4. Membuat scanner sederhana ! (pada pembahasan ini saya sudah mencoba membuat scanner khusus untuk toyota mesin 4AFE)

          Sebenarnya goal tulisan nantinya bukan sekedar memberikan rangkaian yang simple dan software buatan sendiri. Tetapi lebih dari itu, dengan kita bisa memahami kinerja scanner den sekaligus membuat scanner sendiri, maka pemahaman kita mengenai teknologi di kendaraan tentunya akan meningkat yang pastinya akan memberikan dampak ke kita dalam hal penajaman diagnosa kerusakan di kendaraan, khususnya bagi yang bergelut di perbaikan pada teknology advance kendaraan.

          Semoga seterusnya nanti bisa bermanfaat !


          Senin, 03 Mei 2010

          Piggyback yang gampang dan murah ... (BAGIAN 5)

          Menanggapi permintaan dari pembaca blog ini yang menanyakan apakah rangkaian seperti yang di tulis (pada bagian 1 - 4) bisa juga digunakan untuk membuat lebih irit bahan bakarnya (dibuat supaya bahan bakar yang disemprotkan bisa lebih sedikit dibandingkan jika tidak ada rangkaian piggyback ini). Lewat tulisan ini semoga harapan tersebut bisa terjawab.

          Pada prinsipnya, tulisan di bag. 1 - 4, dikhususkan untuk membuat bahan bakar lebih gemuk, alias lebih boros sedikit. Karena memang rangkaian op-amp tersebut hanya bisa membuat keluaran rangkaian yang menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan MAP sensor, gradien lebih dari 1 (m > 1). Pertanyaannya adalah, bagaimana jika diinginkan gradien (m) antara 0 s/d 1. Gambar dibawah bisa menyelesaikan permasalahan di atas. Kita bisa mengatur gradien (m) berkisar 0.1 s/d 2, dan mengatur variabel c berkisar antara -5 s/d 5, pada persamaan y = mx + c, x adalah input rangkaian (Vmap), y adalah output rangkaian (Vout).

          Sehingga dengan rangkaian ini maka kita bisa membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih boros ataupun membuat lebih kurus.



          Perhitungan/kalkulasi secara otomatis bisa dilakukan dengan menggunakan software ini. atau kalau ingin mencoba menghitung sendiri, bisa di lihat sejarah perhitungannya dilihat disini.� � �

          Semoga bermanfaat !

          Piggyback yang gampang dan murah ... (BAGIAN 5)

          Menanggapi permintaan dari pembaca blog ini yang menanyakan apakah rangkaian seperti yang di tulis (pada bagian 1 - 4) bisa juga digunakan untuk membuat lebih irit bahan bakarnya (dibuat supaya bahan bakar yang disemprotkan bisa lebih sedikit dibandingkan jika tidak ada rangkaian piggyback ini). Lewat tulisan ini semoga harapan tersebut bisa terjawab.

          Pada prinsipnya, tulisan di bag. 1 - 4, dikhususkan untuk membuat bahan bakar lebih gemuk, alias lebih boros sedikit. Karena memang rangkaian op-amp tersebut hanya bisa membuat keluaran rangkaian yang menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan MAP sensor, gradien lebih dari 1 (m > 1). Pertanyaannya adalah, bagaimana jika diinginkan gradien (m) antara 0 s/d 1. Gambar dibawah bisa menyelesaikan permasalahan di atas. Kita bisa mengatur gradien (m) berkisar 0.1 s/d 2, dan mengatur variabel c berkisar antara -5 s/d 5, pada persamaan y = mx + c, x adalah input rangkaian (Vmap), y adalah output rangkaian (Vout).

          Sehingga dengan rangkaian ini maka kita bisa membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih boros ataupun membuat lebih kurus.



          Perhitungan/kalkulasi secara otomatis bisa dilakukan dengan menggunakan software ini. atau kalau ingin mencoba menghitung sendiri, bisa di lihat sejarah perhitungannya dilihat disini.

          Semoga bermanfaat !

          Piggyback yang gampang dan murah ... (BAGIAN 5)

          Menanggapi permintaan dari pembaca blog ini yang menanyakan apakah rangkaian seperti yang di tulis (pada bagian 1 - 4) bisa juga digunakan untuk membuat lebih irit bahan bakarnya (dibuat supaya bahan bakar yang disemprotkan bisa lebih sedikit dibandingkan jika tidak ada rangkaian piggyback ini). Lewat tulisan ini semoga harapan tersebut bisa terjawab.

          Pada prinsipnya, tulisan di bag. 1 - 4, dikhususkan untuk membuat bahan bakar lebih gemuk, alias lebih boros sedikit. Karena memang rangkaian op-amp tersebut hanya bisa membuat keluaran rangkaian yang menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dari tegangan MAP sensor, gradien lebih dari 1 (m > 1). Pertanyaannya adalah, bagaimana jika diinginkan gradien (m) antara 0 s/d 1. Gambar dibawah bisa menyelesaikan permasalahan di atas. Kita bisa mengatur gradien (m) berkisar 0.1 s/d 2, dan mengatur variabel c berkisar antara -5 s/d 5, pada persamaan y = mx + c, x adalah input rangkaian (Vmap), y adalah output rangkaian (Vout).

          Sehingga dengan rangkaian ini maka kita bisa membuat campuran bahan bakar dan udara menjadi lebih boros ataupun membuat lebih kurus.



          Perhitungan/kalkulasi secara otomatis bisa dilakukan dengan menggunakan software ini. atau kalau ingin mencoba menghitung sendiri, bisa di lihat sejarah perhitungannya dilihat disini.

          Semoga bermanfaat !

          Total Tayangan Halaman

          Blogger Themes