Senin, 11 April 2011

Hemat energi dengan teknologi hybrid

Dalam konsep energi, hybrid diartikan sebagai menggunakan dua atau lebih sistem energi untuk mencapai efisiensi penggunaan sumber energi konvensional (minyak, batu bara, gas, dll).
Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan dengan konsep hybrid ini, tujuannya satu aja: penghematan.

Mari kita liat penerapan teknologi hybrid sederhana dalam aneka aktivitas:
memasak, transportasi, penerangan, listrik, penyejuk udara, dll

Memasak : hybridkan aja, gunakan kombinasi kompor dan kayu bakar.
Sederhana, tapi bisa menghemat penggunaan minyak tanah maupun gas. Tapi kayu bakarnya jangan beli, ya tanam lah, pake kayu bakar dari hasil tanaman sendiri, sekalian ikut aktif berperan menghijaukan bumi kita. Tu kan banyak manfaatnya.

Memasak (lagi) : pake kompor sinar matahari selain kompor biasa.
Kompor Sinar Matahari? Kekmana tu?
Kekgini:



Sesuai namanya, bahan bakarnya menggunakan sinar matahari. Pengertian dan istilahnya silahkan lihat sendiri di sini.
Trus, kalo lagi gak ada matahari kekmana? Terserah lo aja, masa' gitu aja bingung..

Transportasi : kombinasikan jenis transportasi yang digunakan, coba sekali2 naik sepeda
Djaman soedah beroebah, naik sepeda sekarang udah jadi trend life style loh, kan ada istilah bike to work, itu tu.. gerakan naik sepeda ke kantor. Hulk aja naik sepeda ke kantor.. (eh, smilie-nya gak cocok..)
Di Belanda, sebagian besar orang ke kantor pake sepeda. Malah jumlah sepeda lebih banyak daripada jumlah penduduknya. Gak percaya? pigi aja ke sana liat sendiri..

Sesekali kombinasikan juga dengan walk to work, tapi yang ini tidak disarankan untuk antar kota antar propinsi, hahaha.
Kalo pun pingin pake mobil, coba pake mobil hybrid yg bisa pake tenaga listrik.

Penerangan rumah : cobalah kombinasikan atau bahkan diganti dengan lampu hemat energy (LHE) dengan daya 8 - 14 watt.
Harganya memang sedikit lebih mahal dibanding lampu biasa, namun LHE ini memiliki daya tahan / life time lebih lama dan pemakaian daya yang lebih hemat. Kalau mau lebih efisien dan lebih hemat lagi pakailah lampu penerangan jenis LED yang hanya butuh 2 watt.

Listrik : kombinasikan sumber listrik dari PLN dengan salah satu teknologi listrik non BBM, bisa Solar Cell, Wind Power atau PLTA bagi yang tinggal di dekat daerah aliran sungai (DAS). Ya.. modal awalnya memang lumayan besar juga..
Contoh sederhana, solar cell skala rumah tangga mampu menghasilkan daya 100 watt, ini bisa digunakan untuk menghidupkan lampu-lampu di malam hari, siangnya bisa dipakai untuk mencatu peralatan listrik lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes