Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2012

Cara Kerja Motor Wiper

Assalamualaikum wr wb, pagi sobat jumpa lagi nih dibulan puasa, hehehe semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah SWT. Pada kesempatan kali ini saya akan share tentang bagaimana cara kerja wiper.

Wiper adalah sebuah komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk membersihkan kaca mobil dari kotoran dan debu yang menempel dan bekerja bersamaan dengan washer yang menyemprotkan air untuk membasahi kaca mobil sehingga kaca mobil tidak tergores oleh debu yang tersapu oleh wiper.
silahkan download untuk membaca nya lebih lanjut

CARA KERJA WIPER (WORD 2007) | Source : luarkampus.com dan catatan sekolah 

Semoga Bermanfaat :D

Rabu, 11 Juli 2012

Pengertian Mekanisme Katup dan Jenis - Jenisnya

Assalamualaikum wr wb, hehehe, pada kesempatan kali ini saya akan share artikel otomotif, sebelumnya saya sudah share mengenai sistem bahan bakar secara garis besar saja, tapi insyallah bisa mudah untuk dipahami. Sekarang ini saya akan share juga artikel otomotif yaitu mengenai mekanisme katup. Ini adalah materi yang saya ringkas dari materi sekolah yang saya singkat dan perjelas sehingga bagi yang mau belajar bisa lebih mudah untuk memahami tentang sistem mekanisme katup.
Mekanisme Katup sendiri adalah Sistem untuk menggerakkan katup baik secara manual maupun hidrolis. dan dalam jangka waktu tertentu mekanisme tersebut harus di standartkan lagi, atau di setel ulang agar tenaga mesin seperti semula, karena mekanisme katup mengatur membukanya katup sesuai waktunya. Walaupun kecepatan maksimal kendaraan, katup tidak akan sampai salah dalam membuka maupun menutup, oh iya KATUP sendiri berasal dari kata buKa dan tuTup sehingga di singkat menjadi KATUP, sesuai dengan fungsi komponen tersebut. Katup juga ada dua jenis yaitu :
  1. Katup IN
    katup untuk intake manifold
  2. Katup EX
    katup untuk exhaust manifold
Dalam menstandartkan celah katup, menggunakan alat yang benama feeler gauge, biasanya untuk Kijang Super celah katup untuk IN adalah 0,2 dan 0,3.
Jenis jenis dari mekanisme katup berdasarkan jenis penggeraknya adalah
  1. OHV ( Overhead Valve )
    yaitu katup berada diatas silinder block dan noken as atau camsaft berada di silinder block, jadi menggunakan batang pendorong atau yang sering disebut push rod, dan juga valve lifter, seperti gambar dibawah ini :
  2. OHC ( Overhead Camsaft )
    pada tipe ini, camsaft langsung menggerakkan rocker arm tanpa push rod maupun valve lifter, gambarnya di bawah ini :
  3. DOHC ( Doubel Overhead Camsaft )
    Pada tipe ini sama dengan tipe OHC hanya saja ada 2 camsfat dan tentunya katupnya bertambah. sehingga pada tipe ini satu silinder menggunakan 4 katup sekaligus, 2 katup IN dan 2 katup EX.
jadi ada tiga jenis katup berdasarkan penggeraknya..., bagaimana sobat paham nggak?? heheheh
saya kira cukup sekian, semoga bermanfaat  dan selamat belajar :D
Wassalamualaikum wr wb

Garis Besar Sistem Bahan Bakar Bensin

Assalamualaikum wr wb, Selamat malam sobat, hehehe, pada kesempatan pada malam hari ini, saya akan share sebuah artikel tentang otomotif, hehehe, lama juga nggak update artikel mengenai otomotif. Kali ini saya akan menjelaskan mengenai Sistem Bahan Bakar pada kendaraan.
Sistem Bahan Bakar mempunyai definisi atau arti susunan komponen pengolah bahan bakar agar bahan bakar tersebut dapat di bakar oleh mesin sehingga menjadi tenaga. Sistem Bahan Bakar sendiri berfungsi sebagai mencampur bahan bakar ( bensin ) dan udara dan menyalurkan campuran dalam bentuk kabut ke dalam silinder. Jadi, bahan bakar masuk kedalam mesin bukan langsung dalam bentuk cairan bahan bakar ( bensin ).
Garis Besar Sistem Saluran Bahan Bakar pada Mobil (bensin)
Sistem Bahan Bakar mempunyai komponen komponen terpenting yaitu :
  1. Karburator
    Karburator adalah komponen yang berfungsi untuk mengatomisasikan bahan bakar dan udara, sehingga menjadi campuran antara bahan bakar dan udara lalu di salurkan ke mesin (intake manifold)
  2. Tangki Bahan Bakar (fuel tank)
    Sebagai tempat penampungan bahan bakar
  3. Saluran Bahan Bakar (fuel line)
    Menyalurkan bahan bakar dari tangki ke karburator
  4. Charcoal Canister ----> hanya terdapat pada beberapa model saja
    Charcoal canister adalah sebuah komponen, yang berfungsi sebagai penampung sementara uap bensin (HC) dari ruang pelampung karburator dan uap bensin tersebut dikeluarkan dari saluran emission ketika tekanan di dalam tangki naik karena bertambahnya temperatur di dalam internal canister untuk mencegah agar tidak terbuang keluar. Uap bensin yang ditampung oleh charcoal canister dikirim langsung ke intake manifold ruang bakar untuk di bakar pada saat mesin hidup.
  5. Saringan Bahan Bakar (fuel filter)
    Menyaring kotoran, kerak yang berada di tangki agar tidak menganggu pembakaran di dalam mesin.
  6. Pompa Bahan Bakar (fuel pump)
    Memompakan bahan bakar dari tangki ke karburator melalui fuel line atau saluran bahan bakar.
Sistem Bahan Bakar dengan seiring waktu berlalu, teknologi semakin maju sekarang ini ada sistem bahan bakar yang menggunakan elektronik yang namanya adalah ELECTRONIC FUEL INJECTION (EFI), yang prinsipnya yaitu menyalurkan bahan bakar yang telah teratomisasi atau tercampur dengan perbandingan tertentu..., Sistem ini menggunakan elektronik untuk menyemprotkan bahan bakar yang telah tercampur dengan udara dengan porsi / perbandingan tertentu sesuai kebutuhan mesin. Alat yang digunakan untuk memproses EFI disebut ECU ( Electronic Control Unit). Bahan Bakar diinjeksikan oleh injektor karena perintah dari ECU sesuai dengan kebutuhan mesin dan waktu yang tepat.
Saya kali ini tidak menjelaskan secara mendetail, saya share secara garis besar saja agar lebih mudah bagi yang ingin belajar, jika kurang jelas silahkan berikan komentar dengan akun facebook anda, atau akun lain.
Semoga bermanfaat dan selamat belajar ya :D
Wassalamualaikum wr wb.

Selasa, 08 Mei 2012

Sistem Kemudi

Sistem kemudi berfungsi mengatur arah kendaraan dengan cara,membelokkan roda depan. Bila roda kemudi diputar, kolom kemudi
meneruskan putaran ke roda gigi kemudi. Roda gigi kemudi ini memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk
menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan kemudi (steering linkage).

Ada dua model sistem kemudi yang umum digunakan pada mobil,yaitu model recirculating ball

dan model rack dan punion


Kolom kemudi (steering column) 
Kolom kemudi terdiri atas main shaft yang meneruskan putaran
roda kemudi ke roda gigi kemudi, dan kolom kemudi yang mengikat
main shaft ke bodi. Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan
bergigi.

Di ujung inilah roda kemudi diikat dengan sebuah mur
Bagian-bagian dari kolom kemudi ditunjukkam pada

2. Roda gigi kemudi (steering gear) 
Roda gigi kemudi selain berfungsi mengarahkan roda depan, juga
berfungsi sebagai gigi reduksi untuk memperbesar momen agar 
kemudi menjadi ringan dan gangguan-gangguan terhadap roda tidak
langsung dirasakan oleh pengemudi.

Ada beberapa jenis roda gigi kemudi, tetapi yang banyak digunakan dewasa ini adalah jenis recirculating ball


dan


dan pinion

Janis recirculating ball digunakan  pada
mobil penumpang ukuran sedang sampai besar dan mobil komercial
sedangkan jenis rack dan pinion digunakan pada mobil penumpang ukuran kecil sampai sedang. 
sambunbungan-sambungan kemudi (steering linkage)

Walaupun mobil bergerak naik-turun, gerakan roda kemudi harus dapat diteruskan ke roda�roda dengan sangat tepat (akurat) setiap saat, untuk ilu diperlukan sambungan-sambungan kemudi (steering linkage. Babarapa model sambungan�sambungan kemudi
suspensi rigid

suspensi independen




Power steering
power steering

Sistem power steering direncanakan untuk mengurangi tenaga pengemudian saat mobil bergerak pada putaran rendah dem menyesuainya pada tingkat tertentu bila kendaraan bererak mulai kecepatan
sedang sampai kecepatan tinggi.

Pada sistem power steering terdapat
bosster hidraulis yang ditempatkan di bagian tengah mekanisme kemudi.
Power steering model integral

memperlihatkan mekanisme power steering model
integral. Bagian utamanya terdiri atas tangki reservoir (berisi fluida),
vane pump yang membangkitkan tenaga hidraulis, gear box yang berisi control valve, power pinton, dan steerig gear (jenis recirculating balt).
pipa-pipa yang mcngalirkan fluida dan selang-selang fleksibel.
Power sfeering model rack dan pinion
Power steering model ini mekanismenya sama dengan model integral, tetapi control valvenya termasuk di dalam gear housing dan power pistonnya terpisah di dalam power cylinder.

roda

Output terakhir dari tenaga putar mesin adalah pada roda. Sambil
memikul berat kendaraan roda juga berfungsi meredam kejutan
kejutan dan menambah kenyamanan pengendara. Roda dapat dibagii
menjadi dua bagian, yaitu pelek roda (disc wheel dan ban (tire).
Pelek roda


memperlihatkan
sebuah model velg roda yang banyak
digunakan pada mobil penumpang.

Velg roda dipasangkan pada poros
roda (axle shaft) dengan menggunakan
empat atau enam baut. Baut-baut

Ban adalah bagian mobil yang barsentuhan langsung dengan permukaan jalan. Selain berfungsi meredam kejutan, ban juga bertugas menjejak dengan gaya geseknya pada jalan selama kendaraan berjalan, membelok, dan saat pengereman.

Menurut konstruksinya ban dapat dibedakan menjadi ban bias
dan ban radial

Ban bias mengasilkan jalannya kendaraan lebih lembut, tetapi kemampuan membelok dan ketahanan ausnya kurang. Ban radial menghasilkan kemampuan membelok dan kemampuan kecepatan tinggi yang baik serta tahanan gelindingnya
rendah.

Daya tahan ausnya lebih tinggi dibanding ban biasa. Tetapi pada jalan yang tidak rata dengan kecepatan rendah, ban radial lembut
dirasakan pengendara.
Menurut penampungan isi udaranya, dapat dibedakan menjadi ban
biasa dan ban tubles

Pada ban biasa, udara ditampung
pada ban dalam. Katup atau pentilnya bersatu dengan ban dalam. Bila ban
biasa tertusuk benda tajam maka akan langsung kempes. Pada ban
tubles tidak terdapat ban dalam, tekanan udara hanya ditahan oleh lapisan ban dalam yang kedap udara. Katup atau pentilnya langsung
terpasang pada pelek. Bila ban tubles tertusuk benda tajam, tidak langsung menjadi kempes (tekanan udaranya tidak turun seketika) karena
lapisan dalamnya menghasilkan efek merapatkan sendiri.

2. C a s t e r
Caster adalah sudut antara king pin dengan garis vertikal yang dilihat dari samping kendaraan

Bila miringnya ke arah belakang disebut caster positif sebaliknya bila miringnya ke arah depan disebut caster negatif. Pada umumnya yang dipakai adalah caster positif karena dapat menghasilkan kestabilan kendaraan saat berjalan lurus dan daya balik kemudi setelah membelok lebih baik.

3. King pin inclination
Garis sumbu yang melalui ball joint atas dan ball joint bawah di-
sebut steering axis (sumbu kemudi). Sumbu ini dimiringkan ke arah da-
lam sekitar 5-7�. Kemiringan ini dinamakam king pin inclination. '
" Dengan adanya king pin inclination bersama-sama dengan camber, maka jarak  (offset) akan menjadi sangat kecil, sehingga kemudi akan lebih ringan dan kejutan akibat pengereman dan percepatan dapat berkurang. Di samping itu, dengan adanya king pin inclination dapat dihasilkan daya balik kemudi
dengan ,memanfaatkan berat kendaraan.


Toe-in
Bila dilihat dari atas, roda-roda depan terlihat menyudut ke arah
dalam di bagian depan

Yang dimaksud toe-in adalah selisih antara jarak A dan B (toe-in = B - A). Biasanya selisih ini diatur
2 - 6 mm. Bila jarak bagian depan (A) lebih besar daripada jarak bagian belakang (B) disebut toe-out

Bila roda-roda depan memiliki camber positif maka bagian atas roda
mlring mengarah ke luar, sehingga roda-roda berusaha menggelinding ke arah luar pada saat mobil berjalan lurus dan akan terjadi
side slip yang berakibat ban cepat aus. Untuk mencegah hal ini maka diatasi oleh adanya toe-in.


penyetelan toe-in, cember; dan caster
Pada model suspensi independen, besarnya toe-in distel oleh tie-rod kiri dan kanan, sedangkan besar sudut camber dan caster distel dengan menambah atau mengurangi shim yang disisipkan pada upper arm rangka. Pada model suspensi tetap (satu poros), toe-in distel dengan mengubah-ubah tie-rod yang panjang, sedangkan besar caster distel
dengan menyisipkan busi tirus (bentuk baji) antara pegas daun dan rumah pores.

Merakit tutup bak Transmisi



1. Pasang pivot dan lengan pemindah mundur. Pasang cincin yang baru, lengan pivot pada tutup bak transmisi.

2.  Pasang tuas pemindah dan pemilih dan poros tuas pemindah.
a) Oleskan gemuk MP pada perapat oli
b) Pasang tuas pemindah dan pemilih dan poros tuas pemindah
c) Menggunakan SST, lepas bushing dan pasang bushing yang baru. SST 09307- 30010. `

d) Pasang dan kencangkan baut pengunci. Momen 260 kg.cm
 (19 ft-lb, 25 Nm).
Catatan: Tempatkan lubang pada tuas pemindah dan pemilih dengan lubang pada poros tuas pemindah.
e) Pasang kawat pengunci.


3. Pasang pegas bola pengunci gasket dan pemegang bola pembatas
mundur. Kencangkan pemegang bola pembatas mundur. Momen
410 kg.cm (30 ft -1b, 40 Nm).



4. Pasang poros garpu pemindah mundur dan kepala pemindah. 
a) Pasang pegas dan bola pengunci.







b) Pasang poros garpu pemindah mundur dan kepala  pemindah






c) Tepatkan lubang pen pada kepala pemindah. dengan pada poros.   
d) Menggunakan palu, pasang pen pegas sampai tertanam pada kepala pemindah. 






5. Pasang ring-O, cincin, dan mur untuk pivot pemindah mundur.






6. Pasang pen interlock no. 2. Oleskan gemuk MP pada pon interlock dan pasang pon interlock





7. Pasang garpu pemindah-1 dan 2, serta poros garpu pemindah.
a) Pasang pegas dan bola pengunci.




b) Pasang garpu pemindah-1 dan 2, serta poros  pemindah









c) Tempatkan lubang pen pada garpu pemindah dengan lubang
pada poros garpu pemindah
d) Menggunakan palu, pasang pen pegas alur sampai tertanam
pada garpu pemindah.






8. Pasang pen interlock no. l. Oleskan MP pada pen interlock dan
pasangkan pen interlock.


9. Pasang garpu pemindah-3 dan 4, serta poros garpu pemindah.
a) Pasang pegas dan bola pemindah.
b) Pasang garpu pemindah-3 dan 4, serta poros garpu pemindah.



c) Tempatkan lubang pen pada garpu pemindah dengan lubang
pada poros.
d) Menggunakan palu, pasang pen pegas pada alur sampai tertanam
pada garpu pcmindah.





10. Periksa mekanisme interlock.

Pemasangan pegas daun dan peredam kejut

a. Pasang bushing pada pegas daun. 
b. Pasang pegas daun.
1) Pasang dudukan atas pegas pada pegas daun.
2) Letakkan pegas daun pada rumah pores.

3) Pasang ujung depan pegas daun pada gantungan depan 
pasang pen bracket. Pasang sementara pen bracket.
4) Pasang baut pembatas pen bracket. Momen 130 kg.
















5) Pasang ujung belakang pegas daun pada bracket belakang  
dan pasang pen shackle. 
6) Pasang plat dan sementara pasang mur dan baut. 

7) Pasang bracket kabel rem parkir pada pegas daun.


c. Pasang baut-U.
1) Pasang dua baut-U pada dudukan atas.
2) Pasang dudukan pegas dan kencangkan empat mur pengikat.
Momen 830 kg.cm (81 Nm).

Catatan: Kencangkan baut-U sedemikian, sehingga panjang
baut-U yang di bawah dudukan pegas sama.
 
d. Pasang peredam kejut belakang.
1) Pasang peredam kejut pada rangka dengan baut. Momen 260 kg.cm (25 Nm).

2) Pasang peredam kejut pada dudukan pegas dengan baut,
Momen 260 kg.cm (25 Nm).

e. Pasang roda dan turunkan kendaraan. 
f. Stabilkan suspensi. Ayunkan kendaraan untuk menstabilkan suspensi.

Kencangkan pen bracket pegas dan pen shackle.
1) Kencangkan pen bracket. Momen 930 kg.cm (91 Nm).
gambar 14.02
2) Kencangkan mur pen shackle dan baut. Momen 930 kg.cm (91 Nm).

Pemeriksaan Komponen Transmisi

E. PEMERIKSAAN KOMPONEN TRANSMISI
1. Periksa poros output dan luncuran dalam.
a) Menggunakan jangka sorong, ukur ketebalan flens poros output. Ketebalam minimum 4,90 mm (0,1929 in).



b) Menggunakan jangka sorong, ukur ketebalan flens luncuran, dalam. Ketebalan minimum 3,9 mm (0,1535 in).



c) Menggunakan mikrometer, ukur diameter luar dari permukaan jurnal poros output.
Roda gigi-2 : Minimum 38,415 mm (1,5124 in) 
Roda gigi-3 : Minimum 38,415 mm (1,5124 in)




d) Menggunakan mikrometer, ukur diameter luar, dan luncuran dalam. Diameter minimum
36,98 (1,4559 in). 


e) menggunakan dial gauge, ukur keolengan poros output. Keolengan maksimum 0,06 mm (0,0024 in).



2. Periksa celah oli roda gigi 1menggunakan dial gauge, ukur celah oli antara roda gigi dan luncuran dalam, dengan bantalan rol jarum
  Celah standar :  0,009 �� 0,064 mm (0,0004 �� 0,0025 in)
  Celah maksimum : 0,064 mm (0,0025 in)
  Bila celah oli melampaui maksimum,gantilah roda gigi, luncuran dalam atau bantalan rol jarum.


3. Periksa celah oli roda gigi 2 dan 3, menggunakan dial gauge,ukur celah oli antara roda gigi dan poros dengan bantaI rol jarum terpasang.
celah standar ; 0,06 - 0,11 mm (0,00211 � 0,0043 in) 
Celah maksimum ; 0,11 mm (0,0043 in) � 
Bla celah oli melampaui nilai maksimum, gantillah roda gigi atau poros output.  


4. Periksa ring synchromesh.
a) Putar dan tekan ring synchromesh untuk mengetahui kemampuan pengeremannya.

b) Ukur celah di antara, ring synchromesh dengan ujung.alur roda gigi.
Celah standar : 1,0 - 2,0 mm (0,039 - 0,079 in)
Celah maksimum : 0,8 mm (0,031 in) 
Bila celah kurangg dari limit, gantilah ring Synchromesh.


5. Ukur celah antara garpu pemlndah dan hub sleeve, menggunakan feeler gauge, ukur celah antara hub sleeve dan garpu pemindah.l Celah maksimum 1,00 mm (0,039 in). Bila celah melampaui nilai limit, ganti garpu pemindah atau hub sleeve.


6. Bila perlu, ganti bantalan poros input.
a) Menggunakan tang snap ring, lepas snap ring.

b) Menggunakan hidlrolik pres, lepas bantalan.







c) Menggunakan hidrlik pres dan SST, pasang bantalan yang baru. sst 09506 � 30012. 






d) Pilih snap ring untuk mendapatka celah aksial minimum dan pasangan pada poros.  
tabel ketebalan

7.  Bila perlu, ganti bantalan belakang poros output.
a) Menggunakan tang snap ring dan SST, kembangkan snap ring bantalan dan tekan bantalan masuk. SST 09710 -  30020 (09710 - 03020, 09710 � 03110).

b) Pasang penahan oli dan snap ring pada penahan bantalan.
c) Menggunakan tang snap ring dan SST, kembangkan snap
  ring bantalan dan tekan bantalan yang baru masuk. SST
  09506 - 30012 dan 09710 - 30020. `
d) Ukur ketebalan aksial antara snap ring dengan penahan bantalan.Celah standar 0 � 0,1 mm (0 -� 0,004 in)

e) Bila perlu, pilih Snap ring untuk mendapatkam "kebebasan"aksial yang benar dan pasangkan pada penahan bantalan.Ketebalan snap ring :
tabel.

8. Bila perlu, ganti perapat oli
a) Menggunakan obeng, ungkit perapat oli keluar.
b) Menggunakan SST, tekan perapat  oli�yang baru masuk
Kedalaman perapat oli 10,3 � 11,1 (0,406 - 0,437 in). sst 09506 � 35010.


9. Bila perlu, ganti perapat oli roda gigi gerak spedometer.
a) Menggunakan SST, tarik perapat oli keluar. SST 09921 ~ 00010.

b) Menggunakan SST, pasang perapat 0li yang baru. SST  09201 � 60011. Kedalaman perapat oli 20 mm


10. Bila perlu, ganti pdrapat oli
a) Menggunakan obeng, ungkit perapat oli keluar.
b) Menggunakan SST, pasang perapat oli yang baru. SST1 09304 -12012.
gtambar 12.51

11. Bila perlu, ganti perapat 0li dan bushing.   
a) Menggunakan SST, lepas perapat keluar. SST 09308 - 00010 atau 09308 - 10010 dengan poros 0utput t�rpasang
b) Panaskan ujung extension housing pada temperatur 80 drajat - 100�C (176� � 212� F) di dalam pemanas oli)
c) Menggunakan SST, lepas bushing dan pasang bushing yang baru. SST 09307- 30010.
d) Mengguuakan SST, pasang perapat yang baru. SST 09307-30010. 1; E1 V

Total Tayangan Halaman

Blogger Themes