Tampilkan postingan dengan label trouble kendaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trouble kendaran. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Memanaskan mesin kendaraan, butuh waktu berapa lama?

Memanaskan Mesin Kendaraan
Seberapa Ideal Waktu untuk Memanaskan Mesin?

Memanaskan mesin sebelum kendaraan dijalankan merupakan salah satu ritual yang wajib dilakukan. Namun terkadang para pemilik kendaraan tetap mengacu kebiasaan para orang tua jaman dulu yang melakukan pemanasan mesin hingga terlalu lama.

Di jaman orang tua kita, mesin-mesin kendaraan umumnya terbuat dari besi sehingga proses pemanasannya membutuhkan waktu cukup lama. Namun hal itu akan menjadi pemborosan bahan bakar jika kita melakukan hal yang sama. Pasalnya, mesin-mesin kendaraan generasi baru umumnya menggunakan logam-logam campuran yang lebih cepat mengalirkan kalor sehingga tidak lagi dibutuhkan waktu pemanasan mesin terlalu lama. Hitungan satu menit saja sudah cukup untuk memberikan kesempatan pada mesin moderen untuk mencapai suhu kerjanya yang ideal.

Mamanaskan mesin dipagi hari bukan saja untuk memberikan kesempatan mesin mencapai suhu ideal, tetapi juga untuk memberikan kesempatan agar cairan pelumas menyebar secara efektif ke bagian komponen-komponen bergerak yang membutuhkan pelumasan.

Oleh karena itu, jika kendaraan didiamkan cukup lama dalam beberapa jam seperti saat di pagi hari, sebaiknya tidak memainkan putaran mesin untuk mempercepat pemanasan karena saat itu cairan pelumas belum sepenuhnya beredar ke seluruh pelosok mesin.

Setelah dihidupkan, biarkan mesin berputar dalam kondisi stasioner. Untuk menunggu pelumas bersirkulasi, Anda bisa memanfaatkan waktu yang terbuang dengan memeriksa kondisi kendaraan. Misalnya memeriksa tekanan angin, memeriksa lampu, cairan aki, rem dan komponen penting lainnya.

www.mediaindonesia.com

Selasa, 24 Juli 2012

Knalpot Custom untuk tingkatkan tenaga sepeda motor

Knalpot Custom
Ganti Knalpot Custom, Tenaga Naik 1-2 PS

Kurang puas dengan suara atau bahkan performa yang dihasilkan knalpot sepeda motor standar, menggantinya dengan versi custom bisa jadi pilihan. Meski demikian, untuk melakukannya tidak bisa sembarangan. Ada tahapan dan teori ringan agar performa dan estetikanya tetap terjaga.

Menurut Indra, pemilik Doctor Muffler di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur, jika ingin mengganti knalpot dengan versi custom, paling tidak harus mengerti tentang hubungan kapasitas mesin dan lubang knalpot. Suara yang dihasilkan pun bisa berbeda sesuai selera. Soal model, minta bentuk apa pun �sang Doktor� siap menyediakannya. Biayanya tidak mahal, cukup Rp 1-5 juta, bergantung spesifikasi yang diminta.

Berikut tips pemasangannya:

  1. Paling simpel adalah menyesuaikan besaran kapasitas (CC) mesin dengan diameter lubang knalpot custom. Misalnya bebek 100 cc, diameter knalpot tak boleh lebih dari 1,25 inci. Untuk jenis sport 150 cc maksimal 1,5 inci. Jika berkapasitas 250 cc, diameter lubang yang cocok 2 inci. Diameter lubang ini akan menentukan suara dan performa motor.
  2. Saringan dalam knalpot juga menentukan performa. Jika terdapat benjolan-benjolan akan punya nafas lebih panjang (torsi kecil, nafas panjang). Jika saringan di dalam bentuknya polos sesuai diemeter lubang, motor akan punya tenaga lebih besar, tapi nafasnya lebih pendek.
  3. Suara yang dihasilkan bergantung pada bahan dan ketebalan glasswool. Semakin padat dan bahannya berkualitas, suara akan semakin bulat dan tidak berisik. Soal ini, kita bijak karena suara yang terlampau bising akan mengganggu orang lain dan kabarnya akan ditindak tegas. Batas kebisingan motor 80-175 cc adalah 83 Db, sedangkan batas suara knalpot motor di atas 175 cc adalah 80 Db.
  4. Jika khawatir menimbulkan dampak pada mesin, kita bisa memainkan pilot jet, spuyer, atau setelan lain di bagian karburator. Tapi pada umumnya, setelan jarang dilakukan karena efek negatif dari knalpot custom tidak begitu siginifikan untuk mesin.
  5. Perhatikan panjang "leher angsa". Ada hitungan khusus disesuaikan dengan spesifikasi mesin. Jika kepanjangan mesin jadi cepat panas. Kalau kependekan, tenaganya jadi berkurang.
Dengan perhitungan yang benar, knalpot custom biasanya mampu mendongkrak tenaga 1 PS, dan bisa didapat pada RPM lebih rendah. Artinya, akselerasi nambah, tanpa setel ulang karburator. Kalau disertai sedikit setelan, tenaga bisa naik dua kali lipat. Tapi jika ditambah porting cylinder head dan memainkan noken as, bakal lebih banyak tenaga yang menyembur.

Settingan suara dari semua knalpot yang dibuat tidak sampai memekakkan telinga alias lebih adem. Dengan mengganti knalpot custom, Indra mengklaim bahwa motor akan naik tenaganya hingga 1-2 PS. �Knalpot mahal saja maksimal naik 0,8 dk. Kami bisa menaikkannya tanpa khawatir merusak motor,� ujarnya.

otomotif.kompas.com

Service Nosel Injektor Bikin Maksimal Peranti Vital


Nosel Injektor merupakan piranti vital pada system injeksi bahan baker. Gejala mesin kasar, ngelitik sampai tenaga loyo merupakan kompresi kalau performa injector kurang maksimal. “Selama belum ada bocor, jarumnya tidak rusak dan resistensinya masih bagus, berarti injector masih bisa dipakai. Bisa diservis kok,” ujar Taqwa Suryo Swasono, pemilik bengkel GARDEEN SPEED di Cilandak, Jakarta selatan.
Proses servis injector bisa dibedakan menjadi dua tahap utama, yaitu pengetesan dan pembersihan. Jadi, tak bisa asal dibersihkan saja. Sebelumnya harus melewati prosedur pengetesan untuk mengetahui kelayakan pakai.
“Ada empat tahap pengetesan injector,” lanjut Taqwa. Pertama adalah tes leakage atau kebocoran, dilanjutkan tes spray pattern alias pola semprotan nosel. Lantas injector bakal diukur kemampuan mengalirkan bahan baker (flow test) dan terakhir akan dilakukan simulasi pemakaian.
Pembersihan juga dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk di nosel. Biar lebih jelas, yuk kita simak keempat proses tes dan satu tahap pembersihannya.
1. LEAKAGE TEST
Maksud dari test ini adalah mengetahui apakah ada kebocoran (leakage) baik dari bodi injector maupun pada jarum di noselnya.”Injektor harus tidak boleh bocor sama sekali,”wantinya. Kalau bocor di bodi, bahaya buat mesin karena bahan baker bisa menetes ke bagian luar mesin. Bisa kebakaran, tuh! Sedangkan kalau jarum noselnya bocor, bensin bakal terus mengocor meski injector menutup.
Tekanan bahan baker keseluruhanpun bakal ngedrop. Tes ini dilakukan dalam keadaan nosel tertutup (tidak dialiri arus listrik). Kalau pada tes ini lolos, atau tidak ada kebocoran maka injector bisa dipakai. Teteapi kalau ada bocor sedikit saja, injector wajib diganti.
2. SPRAY TEST
Dari tes ini diketahui pola penyemprotan injector.”Pengabutan bahan bakarnya harus bagus.” Ada beberapa pola yang bisa terdeteksi (lihat skema). Pola terbaik adalah yang paling kiri. Artinya bensin dikabutkan sempurna.
Kalau yang telihat di tengah atau paling kanan, berarti ada penyumbatan. Titik penyumbatannya bisa dilihat dari pola yang terjadi. Bisa saja penyumbatannya di bagian pinggir, sehingga bensin hanya “kencing” sedikit di bagian tengah.
Setiap mobil memiliki pola semprotan yang berbeda.”Delapan puluh persen kendaraan yang punya pola standar seperti yang paling kiri. Sisanya punya pola standar seperti yang paling kanan, misalnya BMW,”lanjut Taqwa. Dengan diketahui adanya penyumbatan, maka bisa coba dilakukan pembersihan.
3. FLOW TEST
Kemampuan total injector bakal teruji pada test ini. Maka sebaiknya mengetahui kapasitas standar yang diukur dalam satuan cc/menit. Untuk itu, injector akan dibuka (diberi arus untuk membuka jarum nosel) dan dialiri bahan baker (dengan tekanan tertentu) selama 15 detik. Lantas alirannya diukur apakah sesuai dengan kapastias standarnya.
Variabel pengetesan bisa berbeda untuk tiap mobil. Misalnya injector mesin 4G63 milik Mitsubishi Eterna berkapasitas 240 cc.menit. Artinya selama 15 detik, alat ini harus mengalirkan 60 cc bensin.
Sedangkan tekanan bahan baker saat tes biasanya dipatok 5 bar, lebih tingi dengan kondisi mesin (sekitar 3-4 bar). Resistance (tahanan) injector pun diukur apakah masih sesuai dengan standar.
Dari tes ini, bakal diketahui apakah kemampuan injector merata untuk tiap silinder. Sebab saat pertama diukur, flownya bisa berbeda-beda. Mesin pun bisa kasar, tidak bertenaga dan gampang ngelitik.
Setelah dibersihkan pun tes ini dilakukan kembali. Tak lain untuk mengecek apakah pembersihan yang dilakukan cukup efektif. Apakah kemampuannya kembali normal dan merata pada tiap silinder. Angka pengukuran berbeda masih bisa diterima untuk pemakaian harian, asal deviasinya tidak terlalu besar.
4. SIMULASI
Tahap ini diperlukan untuk memantau kinerja injector pada waktu dipakai. Sehingga perlu simulasi kondisi mesin. Aliran bensin diukur untuk tekanan dan putaran mesin berbeda.”Meski jarang terjadi, bisa saja injector bagus pada 1.000 rpm tetapi pada 2.000 rpm jelek,”terangnya.
5. PEMBERSIHAN
Kalau diyakini masih bisa dipakai alias tidak bocor, injector bisa dibersihkan. Ada dua metode pembersihan, pertama dengan cara liquid cleaing. Caranya dengan menggunakan cairan khusus yang dialirkan terus menerus (injector dalam kondisi terbuka) untuk mengikis kotoran. “Kalau cara itu nggak mempan, baru pakai ultrasonic cleaning,”beber Taqwa. Injektor direndam dalam wadah dengan cairan khusus juga. Lantas peranti itu dialirkan listrik untuk membuka tutup secara periodic.
Sementara pada cairan diberi gelombang getaran ultrasonic untuk mengikis endapan. Cara ini terbukti amph untuk mengembalikan performa mesin. Ketimbang membeli injector baru berharga jutaan rupiah, mending diservis. Biayanya sekitar Rp. 125 ribu per injector.

Sabtu, 21 Juli 2012

Cara mengukur keausan silinder sepeda motor


Keausan lubang silinder bisa saja terjadi secara tidak merata sehingga dapat berupa keovalan atau ketirusan. Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk menentukan langkah perbaikannya. 
Cara mengukur keausan silinder:
  1. Lepaskan blok silinder
  2. Lepaskan piston
  3. Ukur diameter lubang silinder dengan ”dial indikator” bagian yang diukur bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran dilakukan dua kali pada posisi menyilang.
  4. Hitung besarnya keovalan dan ketirusan. Bandingkan dengan ketentuan pada buku manual servisnya. Jika besarnya keovalan dan ketirusan melebihi batas-batas yang diijinkan lubang silinder harus diover size. Tahapan over size adalah 0,25 mm, 0,50 mm, 0,75 mm dan 1,00 mm. Over size pertama seharusnya 0,25 mm dengan keausan di bawah 0,25 mm dan seterusnya. Jika silinder sudah tidak mungkin di over size maka penyelesaiannya adalah dengan diganti pelapis silindernya.
Mengukur diameter boring

Penyetelan Katup Sepeda Motor



Penyetelan celah katup sepeda motor satu silinder:
  1. Kunci kontak OFF. Posisi piston pada top kompresi. Untuk memastikan bahwa posisi piston pada top kompresi, perhatikan bahwa pada saat ini tanda T pada rotor magnet tepat dengan tanda garis pada bodi sepeda motor, celah platina membuka dan kedua katup menutup.
  2. Jika posisi piston belum tepat pada posisi top kompresi putar poros engkol dengan kunci. Agar memutarnya ringan maka lepas busi dari dudukannya. Setel celah katup dengan feeler sesuai dengan ketentuan.
  3. Untuk menyetel celah katup, kendorkan mur dan masukkan feeler dengan ketebalan yang sesuai spesifikasi. Setelah itu putar baut penyetel dan keraskan mur pengunci sedemikian rupa sehingga feeler hanya dapat ditarik dengan sedikit tahanan (agak berat). Setelah dikeraskan mur penguncinya, masukkan sekali lagi foler tersebut sebagai pengecekan apakah penyetelannya sudah tepat.
  4. Setelah kedua katup disetel, pasang kembali bagian yang dilepas dan hidupkan motor untuk pengontrolan. Jika ternyata celah katup terlalu longgar maka akan timbul suara berisik dari arah kepala silinder. Jika celah katup terlalu sempit biasanya motor agak sulit dihidupkan.
Perhatikan
  1. Jika baut penyetel diputar ke kanan searah putaran jarum jam maka celah katup menjadi sempit. Jika baut penyetel diputar ke kiri, berlawanan dengan arah putar jarun jam, celah katup menjadi longgar.
  2. Pada saat mengeraskan mur pengunci baut penyetel harus ditahan agar celah katup tidak berubah.
  3. Feeler yang sudah aus sekali atau bengkok sebaiknya tidak digunakan untuk menyetel celah katup.
  4. Jangan mengeraskan mur pengunci terlalu keras karena akan menyulitkan untuk mengendorkannya kembali.
  5. Untuk memudahkan penyetelan katup, lepas bagian-bagian yang menggangu, seperti tangki bensin untuk jenis sepeda motor tertentu.

Rantai Cam (kamprat) Dan Setelan Peregangannya pada sepeda motor



Rantai camshaft sepeda motor harus dipasang dengan tegangan yang cukup. Rantai camshaft yang terlalu tegang akan menimbulkan bunyi mendesing terutama pada putaran tinggi sedangkan rantai camshaft yang terlalu kendor akan menimbulkan suara berisik. Untuk menyetelnya harus diperhatikan terlebih dahulu mekanisme penyetelannya. Cara penyetelan rantai camshaft untuk setiap sepeda motor tidak sama.
Jika kekencangan rantai berubah-ubah, akan berpengaruh pada putaran mesin, valve timing atau saat pengapian akan berubah-ubah pula. Untuk menghasilkan setelan rantai yang standar, ada 3 tipe penyetelan rantai:
Tipe penyetelan manual Tipe ini memerlukan penyetelan kekencangan secara berkala. Cara penyetelan dengan menekan batang penekan
Tipe penyetelan otomatis
Jika rantai mengalami kekendoran, maka secara otomatis batang penekan akan menekan chain guide (karet), karena adanya per penekan. Karet akan melengkung, dan akan menekan rantai sehingga rantai mengalami ketegangan. Selanjutnya batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan tidak dapat kembali
Tipe semi otomatis
Ketegangan rantai secara otomatis menyetel sendiri, jika baut pengunci dilepas, sehingga batang penekan akan masuk kedalam karena tekanan per.
Tipe penyetelan otomatis

Kamis, 19 Juli 2012

Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Starter Sepeda motor


a. Pemeriksaan Sikat (Brush)
1) Periksa sikat-sikat terhadap kerusakan atau keretakan. Bila sudah rusak, ganti dengan yang baru.
2) Ukur panjang setiap sikat. Jika sudah di bawah batas servis (limit), ganti dengan yang baru.
Batas servis : 4,0 mm
b. Pemeriksaan Komutator dan Armature
1) Periksa lempengan-lempengan komutator terhadap adanya perubahan warna atau kotor.
a) Bila berubah warna, ganti motor starter karena telah terjadi hubungan singkat (korslet).
b) Bila kotor permukaannya, bersihkan dengan kertas gosok yang halus (sekitar nomor 400) kemudian bersihkan dengan lap kering.
2) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) terhadap adanya kontinuitas diantara tiap lempengan (segmen) komutator (lihat gambar di atas). Bila tidak ada kontinuitas (hubungan), ganti armature.
3) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) terhadap adanya kontinuitas diantara masing-masing lempengan (segmen) komutator dengan poros (as) armature (lihat gambar di atas). Bila tidak ada kontinuitas (hubungan), berarti baik dan bila ada kontinuitas, ganti armature.

Perawatan Berkala Sistem Kelistrikan Sepeda Motor



Jadwal perawatan berkala sistem kelistrikan sepeda motor yang dibahas berikut ini adalah berdasarkan kondisi umum, artinya sepeda motor dioperasikan dalam keadaan biasa (normal). Pemeriksaan dan perawatan berkala sebaiknya rentang operasinya diperpendek sampai 50% jika sepeda motor dioperasikan pada kondisi jalan yang berdebu dan pemakaian berat (diforsir).
Tabel  di bawah ini menunjukkan jadwal perawatan berkala sistem kelistrikan yang sebaiknya dilaksanakan demi kelancaran dan pelakaian yang hemat atas sepeda motor yang bersangkutan. Pelaksanaan servis dapat dilaksanakan dengan melihat jarak tempuh atau waktu, tinggal dipilih mana yang lebih dahulu dicapai.
No
Bagian Yang
Diservis
Tindakan setiap dicapai jarak tempuh
1.Baterai (Aki)
Periksa baterai setelah menempuh jarak
500 km, 2.000 km, 4.000 km dan
seterusnya setiap 1.000 km atau setiap 1
bulan
2.Busi
Periksa dan bersihkan busi setelah
menempuh jarak 500 km, 2.000 km, 4.000
km dan seterusnya ganti setiap 5.000 km
3.
Platina (khusus
pengapian dengan
platina)
Periksa, bersihkan, stel atau ganti bila
perlu setelah menempuh jarak 500 km,
1.500 km, 5.000 km, dan seterusnya setiap
5.000 km
4.Saklar lampu rem
Periksa dan stel atau ganti (bila perlu)
saklar lampu rem setelah menempuh jarak
500 km, 2.000 km, 4.000 km, 8.000 km
dan seterusnya setiap 2.000 km
5.
Arah sinar lampu
depan
Periksa dan stel (bila perlu) arah sinar
lampu setelah menempuh jarak 500 km,
2.000 km, 4.000 km, 8.000 km dan
seterusnya setiap 2.000 km
6.
Lampu-lampu dan
klakson
Periksa dan stel (bila perlu) saklar lampu
rem setelah menempuh jarak 500 km,
2.000 km, 4.000 km, 8.000 km dan
seterusnya setiap 2.000 km

Pemeriksaan dan Perbaikan Baterai (Accu)



a. Periksa kerusakan tempat baterai atau plat terhadap adanya pembentukan sulfat (selubung putih). Ganti baterai jika sudah rusak atau telah mengalami sulfasi.
b. Periksa tinggi permukaan elektrolit pada tiap sel, apakah masih berada diantara batas bawah (lower level) dan batas atas (upper level). Jika rendah, tambah air suling agar tinggi permukaan mencapai batas teratas (upper level(.
c. Periksa berat jensi (BJ) setiap sel dengan menghisap cairan elektrolit ke dalam hydrometer.
Berat jenis:
Muatan penuh : 1,270 – 1,290 pada suhu 20oC
Muatan kosong : di bawah 1, 260 pada suhu 20oC

Catatan:
1) Berat jenis akan berubah sekitar 0,007 per 100C perubahan suhu. Perhatikanlah suhu sekitar saat melakukan pengukuran.
2) Jika perbedaan berat jenis antara sel-sel lebih dari 0,01, isi ulang (strum) baterai. Jika perbedaanya terlampau besar, ganti baterai.
3) Baterai juga harus diisi kembali apabila berat jenisnya kurang dari 1,230.
4) Pembacaan tinggi pada permukaan cairan pada hydrometer harus dilakukan secara horisontal.
d. Ukur tegangan baterai menggunakan multimeter
Standar tegangan (voltage) untuk baterai bebas perawatan (free maintanenace):
Bermuatan penuh : 13,0 – 13,2 V
Bermuatan kurang : di bawah 12, 3 V

Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pengisian


Pemeriksaan Tegangan (voltage) pengisian
1) Hidupkan mesin sampai mencapai suhu kerja normal.
2) Ukur tegangan baterai menggunakan multimeter (skala voltmeter) seperti pada gambar di bawah:
Standar tegangan pengisian pada putaran 5.000 rpm:
13,0 – 16, 0 V (Suzuki)
14,0 – 15,0 V (Honda)
14,5 V (Yamaha)
3) Baterai dalam keadaan normal jika tegangan yang diukur sesuai standar.
Catatan:
a) Jangan memutuskan hubungan baterau kabel manapun juga pada sistem pengisian tanpa mematikan kunci kontak terlebih dahulu karena bisa merusak alat uji dan komponen listrik.
b) Pastikan baterai berada dalam kondisi baik sebelum melakukan pemeriksaan sistem pengisian.
b. Pemeriksaan Kebocoran Arus
1) Matikan kunci kontak (putar ke posisi OFF) lalu lepaskan kabel negatif dari terminal baterai.
2) Hubungkan jarum positif (+) ampermeter ke kabel negatif baterai (massa) dan jarum negatif (-) ke terminal negatif baterai seperti gambar di bawah: Standar kebocoran arus : maksimum 1 A
3) Jika kebocoran arus melebihi standar yang ditentukan, kemungkinan terjadi korslet pada rangkaian sistem pengisian. Periksa dengan melepas satu persatu sambungansambungan pada rangkaian sistem pengisian sampai jarum penunjuk ampermeter tidak bergerak.
c. Pemeriksaan Kumparan Generator (Alternator)
1) Periksa (ukur) dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) tahanan koil/kumparan pengisian (charging coil) dengan massa
Standar tahanan kumparan pengisian (pada suhu 200C):
0,2 – 1,5 ohm () untuk Honda Astrea
0,3 – 1,1 (Honda Supra PGM-FI)
0,6 – 1,2 (Suzuki Shogun)
0,32 – 0,48 (Yamaha Vega)
2) Jika hasil pengukuran terlalu jauh dari standar yang ditentukan, ganti kumparan stator alternator (koil pengisian).
Catatan:
a) Warna kabel koil pengisian setiap merek sepeda motor berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
b) Pengukuran tahanan tersebut bisa dilakukan dengan kumparan stator dalam keadaan terpasang.

Pemeriksaan Regulator/Rectifier Sepeda Motor




emeriksaan Regulator/Rectifier
1) Lepaskan konektor regulator/rectifier dan periksa konektor terhadap terminal-terminal yang longgar atau berkarat.
2) Periksa (ukur) dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) tahanan pada terminal konektor regulator/rectifier seperti gambar di bawah:
Catatan:
a) Warna kabel pada konektor regulator/rectifier setiap merek sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
b) Standar tahanan (spesifikasi) pada konektor regulator/rectifier setiap merek sepeda motor kemungkinan berbeda, lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
c) Tabel 3 berikut ini adalah contoh spesifikasi tahanan dan tegangan (voltage) regulator/rectifier sepeda motor Honda Tiger
Tabel spesifikasi tahanan dan tegangan (voltage) regulator/rectifier sepeda motor Honda Tiger
image
3) Jika tahanan tidak sesuai dengan spesifikasi, ganti regulator/rectifier dengan yang baru.

Pemeriksaan dan Perbaikan Sistem Pengapian Sepeda Motor



 Pemeriksaan Igntion Coil (Koil Pengapian) dengan Electro Tester
1) Posisikan tombol “power” tester pada posisi OFF 
2) Hubungkan kabel-kabel tester seperti terlihat pada gambar di bawah.

3) Arahkan tombol selector ke “IG COIL”.
4) Posisikan tombol “power” ke posisi ON.
5) Amati pancaran (loncatan) bunga api listrik pada tester. Pancaran harus kuat dan berkelanjutan. Biarkan pengetesan ini berjalan sekitar 5 menit untuk memastikan koil pengapian bekerja dengan baik.
a) Loncatan bunga api pengapian yang baik adalah berjarak sekitar 8 mm.
b) Bila tidak terjadi pengapian atau pengapian berwarna orange, berarti keadaan koil pengapian kurang baik.
b. Pemeriksaan Igntion Coil (Koil Pengapian) dengan Multimeter 1) Periksa tahanan kumparan primer koil pengapian menggunakan multimeter (skala ohmmeter x 1 ohm) antara terminal kabel primer dengan massa.
Standar :
0,5 – 0,6 ohm pada suhu 200C(Honda)
0,32 – 0,48 ohm suhu 200C (Yamaha)
0,1 – 0,2 ohm suhu 200C (Suzuki)
2) Periksa tahanan kumparan sekunder koil pengapian menggunakan multimeter (skala ohmmeter x k ohm) antara terminal kabel primer dengan tutup busi seperti gambar di bawah.
Standar :
11,5 – 14,5 k ohm pada suhu 200C (Honda)
10 k ohmpada suhu 200C (Yamaha)
14 – 18 k ohm pada suhu 200C (Suzuki)
3) Periksa tahanan kumparan sekunder koil pengapian menggunakan multimeter (skala ohmmeter x k ohm ) antara terminal kabel primer dengan kabel busi/kabel tegangan tinggi (tanpa tutup busi) seperti gambar di bawah:
Standar :
7,8 – 8,2 k ohm pada suhu 200C (Honda)
5,68 – 8,52 k ohm pada suhu 200C (Yamaha)
Jika hasil-hasil pengukuran di atas tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan, ganti koil pengapian


Pemeriksaan Ignition Timing (Saat Pengapian) Sepeda Motor



1) Panaskan mesin sampai mencapai suhu kerja normal lalu matikan mesin.
2) Periksa saat pengapian dengan melepaskan tutup lubang pemeriksaan tanda pengapian terlenbih dahulu.
3) Pasangkan timing light ke kabel busi.
4) Hidupkan mesin pada putaran idle/stasioner. Putaran stasioner : 1400± 100 rpm
5) Saat pengapian sudah tepat jika tanda “F” bertapatan (sejajar) dengan tanda penyesuai pada tutup bak mesin sebelah kiri seperti terlihat pada gambar di bawah:

Klakson Tak Berbunyi Pada Sepeda Motor



Pemeriksaan Klakson Jika klakson tidak berbunyi, maka:
1) Periksa saklar/tombol klakson.
2) Periksa tegangan yang menuju klakson, dengan cara:
a) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala voltmeter), yaitu terminal (+) multimeter ke kabel di terminal klakson (kabel yang mendapat arus dari baterai) dan terminal (-) multimeter ke massa.
b) Putar kunci kontak ke posisi ON
c) Multimeter harus menunjukkan tegangan sebesar tegangan baterai (12 V) pada pengukuran tersebut. Jika tegangan yang diperoleh di luar spesifikasi, terdapat kerusakan rangkaian kabel dari kunci kontak ke klakson.
3) Periksa klakson, dengan cara:
a) Periksa dengan menggunakan multimeter (skala voltmeter),yaitu terminal (+) multimeter ke terminal klakson (terminal yang kabelnya menuju massa) dan terminal (-) multimeter ke massa.
b) Putar kunci kontak ke posisi ON
c) Multimeter harus menunjukkan tegangan sebesar tegangan baterai (12 V) pada pengukuran tersebut. Jika tegangan yang diperoleh di luar spesifikasi, terdapat kerusakan pada klakson.Ganti klakson dengan yang baru.
4) Cara lain memeriksa klakson adalah dengan menghubungkan langsung baterai 12V ke terminal klakson
5) Jika klakson berbunyi nyaring, maka klakson normal.

Pemeriksaan Pengukur Tinggi Permukaan Bensin Sepeda Motor


1) Buka/lepaskan pengukur tinggi permukaan bensin.
2) Periksa tahanan dengan menggunakan multimeter (skala ohmmeter) pada setiap posisi pelampung.
3) Standar tahanan masing-masing terminal pengukur tinggi permukaan bensin setiap merek sepeda motor berbeda. Lihat buku manual yang bersangkutan untuk lebih jelasnya.
4) Jika nilai tahanan yang diukur tidak sesuai dengan spesifikasi, ganti satu set pengukur tinggi permukaan bensin tersebut.

Rabu, 18 Juli 2012

Pemeriksaan dan Pemasangan Timming Belt


Pemeriksaan Timming Belt, hal-hal yang harus dilakukan :
1. Periksa belt dari adanya oli atau kotoran. Ganti bilamana perlu. Kotoran yang menempel harus dibersihkan dengan menggunakan kain lap atau kertas kering. Jangan membersihkan dengan memakai deterjen.
2. Saat membongkar mesin atau menyetel kekencangan belt, periksalah belt dengan seksama. Bila ada retak, ganti belt.
Macam-macam kondisi timming belt :
1. bagian belakang karet keras, Permukaan belakang mengkilat, tidak elastik dan keras, bila jari ditekan tidak menginggalkan bekas.
2. Permukaan belakang karet ada retakan.
3. Ada retakan di geriginya
4. Lihat geriginya udah aus , Tooth flank pada sisi bebanva tampak seperti kanvas (kanvas tampak usang, warna karet berubah putih dan bentuk kanvas tidak jelas)
5. Gerigi aus (stadium akhir), Tooth flank aus dan karet melebar (lebar gigi berkurang)
6. Gerigi bawah retak
7. Gerigi ada yang hilang
8. sisi belt ada yang aus
Hal yang perlu diperhatikan dalam pemasangan Timing belt
1. Jangan membengkokkan, melipat atau memutar timing belt saat melepas timing belt.
2. Jangan biarkan timing belt terkena oli, air atau steam.
3. bila timing belt akan dipakai kembali, buatlah tanda panah untuk menandakan arah putar, agar saat pemasangannya kembali arah putarnya sama.
4. Luruskan tanda timing pada camshaft sprocket dan crankshaft sprocket dengan piston No.1 di TDC pada langkah kompresi.
5. Periksalah tensioner pulley dan idler pulley apakah berputar dengan lancar, periksalah gerak main dan suaranya, apakah grease pada bearing kurang.
6. Bila timing belt sudah terpasang pada camshaft sprocket, pastikan bahwa kelenturannya sudah cukup, dengan cara menekan timingbelt tensioner pulley.
7. Putar crankshaft sebanyak satu putaran (searah jam) kemudian luruskan kembali tanda pada crankshaft sprocket timing. Jangan memutar crankshaft dengan arah berlawanan jarum jam. Crankshaft harus berputar secara halus.

Penyetelan Rem Otomatis


Penyetelan Rem Otomatis

Pada saat brake lining rusak, langkah pedal lebih jauh karena gap antara lining dan drum bertambah, Maka, gap lining harus disetel kalau dibutuhkan. Tekan brake pedal pada posisi kendaraan bergerak mundur saat menyetel gap lining jika dibutuhkan. Saat pesal brake ditekan pada gerakan mundur, shoe menekan drum dan bergerak searah putaran drum dan shoe B (secondary shoe) pada gambar dibawah menjauh dari anchor pin. Kemudian, adjusting cable menarik adjusting lever untuk memperbesar kontak point dengan roda. Jika brake pedal ditekan pada pergerakan kendaraan mundur, pada tipe ini gap lining akan tersetel. Jika gap antara shoe dan drum besar, pergerakan juga bertambah dan jika gapnya mencapai titik tertentu, adjusting lever bergerak ke notch selanjutnya pada adjusting wheel. Jika brake pedal dilepaskan pada kondidi ini, Shoe B menekan anchor pin kembali untuk mengendurkan adjusting cable sehingga adjusting lever kembali pada posisi semula dengan memanfaatkan tegangan spring dengan memutar adjusting wheel satu notch. Sehingga gap antara shoe dan drum berkurang. Sejak Shoe B menekan kembali anchor pin saaat brake pedal ditekan pada gerakan maju, adjusting equipment tidak akan aktif

10 Penyebab Bensin Boros

penyebab-bensin-boros
   

   Borosnya bensin atau bahan bakar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya seperti gaya atau perilaku pengemudi atau mungkin memang ada masalah pada kendaraan itu sendiri. Nah, cobalah luangkan waktu untuk memeriksa beberapa penyebab borosnya bahan bakar atau bensin kendaraan Anda.
Berikut ini 10 penyebab kendaraan menjadi boros :

Knalpot bocor

Knalpot bocor berpengaruh besar pada suara kendaraan menjadi kasar dan keras, knalpot bocor sama seperti mengganti sistem gas buang model free flow sehingga gas buang menjadi lebih lancar dari standar. Hal ini membuat mesin menghisap bensin lebih banyak ke dalam ruang bakar.

Ban halus atau botak

Selain mengurangi daya cengkeram sehingga membahayakan, permukaan ban yang halus akan memaksa mesin bekerja lebih keras agar traksi kendaraan memenuhi kebutuhan penggunanya.

Tekanan angin ban

Menurut survei, sekitar 40,6% pemilik kendaraan tidak memperhatikan tekanan angin ban kendaraan. Tekanan ban yang kurang selain dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar boros juga bisa menyebabkan pecah ban.

Oli mesin, transmisi dan gardan

Kebanyakan pemilik kendaraan lebih mengutamakan penggantian oli mesin ketimbang oli transmisi dan oli gardan. Untuk diketahui bahwa dengan memperhatikan masa penggantian oli transmisi dan gardan maka gesekan di komponen drave train akan tetap minimal sehingga kerja mesin jelas lebih ringan.

Bearing roda

Bearing roda yang sudah bermasalah akan menimbulkan suara dengung pada kecepatan tinggi, jika hal ini tetap disepelekan maka dapat dipastikan konsumsi bahan bakar akan tersedot lebih banyak karena putaran roda yang kurang lancar.

Kompresor AC, water pump dan bearing alternator

Saat kompresor AC bekerja, tenaga mesin akan tersita hingga 5 dk bahkan lebih. Bagi mesin bertenaga besar, mungkin angka ini tidak terlalu berpengaruh. Tapi untuk mesin dengan tenaga kecil, AC sangat berpengaruh pada performa.
Belum lagi jika bearing  kompresor juga rusak, beban mesin akan semakin bertambah. Tak hanya itu, alternator dan water pump  juga memiliki dampak serupa jika bearing-nya tidak bekerja dengan normal.

Spooring

Meluruskan sudut-sudut pada roda kendaraan memiliki dampak penghematan bahan bakar yang signifikan. Selain memperpanjang umur komponen suspensi seperti tie-rod, bearing dan ban, spooring  atau wheel alignment  mampu mengefisienkan penggunaan bahan bakar. Dengan menyetel sudut roda sesuai aturan, gesekan ban terhadap aspal akan diminimalkan.

Rem bermasalah

Korosi di dalam sistem rem akan menyebabkan piston di kaliper tidak kembali ke posisi semula setelah rem diinjak. Hasilnya, kampas rem akan lebih bergesekan dengan cakram atau teromol, hal ini jelas membuat putaran roda menjadi lebih berat dan tidak lancar.

Kabel busi bocor

Selain dapat memicu kebakaran kendaraan, kabel busi yang bocor dapat membuat arus ke busi tidak optimal. Dampaknya bensin tidak terbakar dengan sempurna dan terbuang sia-sia, terutama di putaran mesin rendah.

Injektor atau karburator kotor

Rutinlah untuk melakukan penyemprotan pada injektor untuk jenis mesin berpasokan bahan bakar injeksi. Begitu pula dengan yang menggunakan karburator, agar air-fuel ratio  ideal dapat tercapai dengan sempurna.



Trobel Rem





  Brake Fade atau berkurangnya daya pengereman, alias rem blong tentu membahayakan keselamatan. Namun jika kita paham penyebabnya dan antisipasi yang bisa dilakukan pada sistem rem mobil anda, tentu kejadian tersebut dapat dihindari.


“Ada tiga jenis penyebab brake fade (rem blong)yang terjadi selama kita sedang mengendarai kendaraan,” papar Arif Tri W, Reserch & Development and Product Director, PT Remindo Prima Mitra produsen kampas rem merek RPM Brake.

Yang pertama adalah Pad fade, atau berkurangnya daya pengereman karena brake pad/ lining nya. Penyebabnya karena aplikasi kampas rem yang dibawah spesifikasi kecepatan mobil. Ketika rem terlalu sering digunakan, jika bahan pad tidak sesuai untuk suhu yang tinggi daya pengereman akan menurun.

“Karena bahan kampas rem itu berbeda, dan dengan suhu cukup material dari kampas rem dapat mencair dan daya pengereman secara cepat akan menurun. Dan cara mencegah kejadian ini adalah dengan mengganti kampas sesuai spesifikasi mobil ,” ujar Arif.

Selanjutnya ada gejala Green fade, atau berkurangnya daya pengereman karena kampas rem tak menempel sempurna pada cakram. Hal ini disebabkan oleh pengereman secara keras (hard braking ) pada kampas rem yang baru diganti.

Setelah melakukan hard braking, kondisi kampas rem tidak lagi menyentuh seluruh permukaan  cakram akibat peningkatan suhu pengereman. “Untuk menghindarinya, ada baiknya setelah mengganti kampas hindari pengereman secara agresif yang dapat mengakibatkan hilangnya gesekan,” jelas pria ramah ini.

Dan yang terakhir adalah gejala Fluid fade, atau berkurangnya daya pengereman karena faktor minyak rem. Fluid fade disebabkan oleh minyak rem yang terlalu panas. Serta bisa juga terjadi secara bertahap sebagai akibat dari komponen kampas rem yang mulai memanas, terutama selama pengereman berulang-ulang dari kecepatan tinggi.


Sebelum terjadi gejala Fluid fade, sebaiknya minyak rem dikuras dan diganti dengan minyak baru yang sesuai dengan spesifikasi kekentalan sistem rem.

Jumat, 15 Juni 2012

Tips Merawat Aki Motor Supaya Awet

Tips Merawat Aki Motor Supaya Awet - Aki merupakan salah satu alat penting dalam motor. Aki merupakan sumber arus searah yang digunakan dalam motor. Jika tidak diperhatikan kegunaannya, tentu akan menyebabkan motor susah hidup.

Agar kejadian itu tidak menimpa Anda, ini dia tips aki motor supaya bertahan lama. Tips ini untuk motor yang memiliki kick starter (sistem engkol).

1. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah permukaan cairan yang harus tetap berada antara garis permukaan atas dengan garis permukaan bawah atau cek setiap 2 bulan sekali. Jika mendapatkan cairan berada pada garis permukaan bawah tambahkan air aki hingga mencapai batas permukaan atas.

2. Hindari memodifikasi aliran listrik aki. Menyambung kabel ke aki dengan cara tidak benar menyebabkan daya listrik cepat habis. Terlebih bila sistim pengisian ke accu bermasalah.

3. Walaupun motor tersemat starter elektrik, sebisa mungkin Anda menggunakan kick starter (engkol) untuk menghidupkan mesin motor. Hal tersebut biasanya dilakukan pada pagi hari ketika hendak beraktivitas. Penggunaan kick starter di pagi hari ternyata cukup signifikan menghemat baterai aki.

4. Cara lain yang ampuh menghemat aki motor adalah perhatikan jarak antara penggunaan motor dan tidak menggunakan motor. Biasanya pengguna motor secara acak menggunakan motor.

Karenanya dalam hal ini kita perlu teliti. Anda sebaiknya menggunakan starter engkol ketika motor tidak digunakan dalam waktu 8-12 jam. Sementara jika motor tidak digunakan dalam waktu singkat (5-7 jam), Anda bisa memanfaatkan eletrik starter.

Tips tersebut terbukti bagus untuk penggunaan aki motor. Setidaknya, bisa menghemat aki motor cair 3-4 tahun.

Total Tayangan Halaman

Blogger Themes