Tampilkan postingan dengan label sistem pelumasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem pelumasan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Pompa Oli



Pompa Oli
Pompa oli (oil pump) menghisap oli dari bak oli (oil pan) kemudian menekan dan menyalurkan ke bagian-bagian mesin yang bergerak. Pompa oli ada yang bergerak dengan poros engkol dan ada juga yang digerakkan oleh sumbu nok (chamshaft), timming belt dan sebagainya. Saringan oli terpasang pada inlet pompa oli fungsinya untuk menyaring kotoran dari oli. Pompa roda gigi (gear pump) dan pompa trochoid biasanya banyak digunakan.
Pompa oli Tipe Internal Gear
Roda gigi yang digerakkan (driven gear) pada pompa oli digerakkan oleh gigi penggerak (drive gear) yang dihubungkan langsung ke chamsaft. Ruang volume dibentuk oleh dua gigi yang berubah-ubah pada saat  berputar. Oli dihisap dalam pompa oli bila volume bertambah, dan oli akan keluar bila volume berkurang. Pompa oli tipe internal (internal gear type) kontruksinya sederhana dan kemampuannya dapat diandalkan.
pompa oli
pompa oli

Pompa Oli Tipe External Gear



Pompa Oli Tipe External Gear
Pompa oli tipe external gear terdiri dari dua roda gigi seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini. Roda gigi penggerak (drive gear) digerakkan oleh chamshaft. Karena tidak adanya ruangan didalam housing seperti halnya dengan inlet dan saluran keluar (discharge opening) serta kecilnya ruangan antara gigi dan housing, saat gigi berputar oli tertekan keluar dari housing ke saluran keluar.
Pompa oli tipe external gear sudah lama digunakan, sebab kontruksinya lebih sederhana serta lebih akurat.
Pompa oli tipe external gear


Pompa Model Trochoid



Pompa Model Trochoid
Pompa oli model trochoid dilengkapi 2 rotor (rotor penggerak dan rotor yang digerakkan) didalam rumah pompa. Bila rotor penggerak berputar seperti pada gambar, rotor yang digerakkan langsung ikut sama-sama berputar. Poros rotor penggerak tidak satu titik pusat (offset) dengan rotor yang digerakkan.
Oleh karena itu besarnya ruangan dibentuk oleh kedua rotor berputar, oli terhisap ke pompa ketika ruangan membesar dan oli tertekan keluar ketika ruangannya mengecil. Tipe ini lebih sederhana dibandingkan dengan model gigi dan lebih dapat diandalkan. Selain itu juga, volume oli yang keluar lebih besar untuk setiap kali berputar. Ini berarti ukuran atau bentuk pompa dapat diperkecil
Pompa Model Trochoid

Saringan Oli



Saringan Oli
Oli mesin akan berangsur-angsur menjadi kotor karena pemakaian, Bila ini dibiarkan bersirkulasi melumasi mesin maka dapat mengakibatkan komponen menjadi cepat aus, untuk mencegah hal ini maka perlu dipasang saringan oli untuk menyaring kotoran tadi.
Pada saringan oli juga terdapat relief valve, bila elemen saringan oli tersumbat kotoran akibat penggantian saringan yang tidak teratur, maka terjadi perbedaan tekanan antara saluran masuk dan saluran keluar, dan bila melebihi tekanan yang ditentukan (sekitar 1kg/cm2, 14psi, atau 98KPa) maka katup bypass akan membuka dan menyalurkan oli ke saluran bypass element untuk langsung disalurkan ke komponen mesin sehingga tidak terjadi keterlambatan system pelumasan yang bias mengakibatkan kerusakan lebih parah.
Diagram  alur oli :saringan oli
saringan oli

Tali Kipas Ribbed Belt



Tali Kipas Ribbed Belt
Tali kipas (V-belt) secara bertahap diganti dengan tali kipas yang bergigi (V ribbed belt) yang mempunyai penampang seperti pada gambar. Tebal keseluruhan kurang dari V belt. V ribbed belt mempunyai bentuk rusuk V-shaped rib pada bagian sisi pulley.
Tali kipas (V-belt) mempunyai efisiensi pemidahan tenaga yang besar dan panas yang tinggi, tahan lama dibandingkan dengan V-belt serta berkuranngnya bidang gesek sehingga mengurangi panas.
Tali Kipas Ribbed BeltPenting :
Tali Kipas Ribbed Belt

Serpentine Belt



Serpentine Belt
Untuk tali kipas model ini adalah tipe yang banyak digunakan pada kendaraan modern saat ini, tipe ini menggerakkan semua komponen seperti alternator, pompa power steer, dan lain-lain
Dalam satu tali kipas otomatis panjang keseluruhan mesin dapat dikurangi sehingga memperkecil penggunaan ruang mesin, model ini juga memiliki daya tahan yang bagus, dikarenakan terbuat dari bahan khusus maka tali kipas model ini agak lebih mahal dibanding model lain.
Serpentine Belt

Cara Kerja Karburator Double Barrel


Berikut ini, kita lihat cara kerja karburator double barrel yang biasa digunakan pada mobil TOYOTA. Untuk memenuhi kebutuhan kerjanya, pada karburator terdapat beberapa system, yaitu :
  • System Pelampung
  • System Stationary dan Kecepatan lambat
  • Primary High Speed System
  • Secondary High Speed System
  • System Tenaga (Power System)
  • System Percepatan (Acceleration System)
  • Sistem Cuk (Choke System)
  • Fast Iddle Mechanisme
  • Thermostatic Valve
  • Positive Crankcase Ventilation (PCV) System
  • Decleration Fuel cut off system

Total Tayangan Halaman

Blogger Themes