Selasa, 02 Februari 2010

Distributor

Pada sistem pengapian, distributor berfungsi sebagai alat untuk membagi-bagikan tegangan yang diperoleh dari ignition coil ke busi-busi yang terdapat pada silinder. Komponen pada distributor adalah sebagai berikut :

a. Tutup distributor
Fungsinya untuk menempatkan terminal-terminal tegangan tinggi di mana jumlah terminalnya sama dengan jumlah silinder ditambah satu.
b. Distributor rotor
Fungsinya untuk meneruskan tegangan tinggi dari terminal ignition coil ke terminal busi pada tutup d
istributor.
c. Breaker point
Fungsinya untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dari kumparan primer ke massa agar terjadi induksi pada kumparan-kumparannya. Induksi terjadi pada saat breaker piont diputus (dibuka).
d. Cam lobe
Fungsinya untuk mengungkit breaker point agar dapat memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer.
e. Condenser
Fungsinya untuk menghilangkan atau mencegah terjadinya loncatan api atau bunga api listrik pada breaker point. Kemampuan dari satu condenser ditunjukkan dengan berapa besar kapasitasnya. Kapasitas condenser diukur dalam mikro farad.
f. Governor advancer
Fungsinya untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan besarnya putaran mesin.
g. Vacuum advancer
Fungsinya untuk memajikan saat pengapian sesuai dengan pembukaan throttle valve.
h. Breaker plate
Fungsinya untuk menempatkan breaker point. Breaker plate ini dapat bergerak memutar, oleh sebab itu akan menyebabkan hubungan ke massanya menjadi tidak normal. untuk itu ditambakan kabel massa dari vacuum advancer ke breaker plate.

Senin, 01 Februari 2010

Sistem Pengapian

Apa Fungsi Sistem Pengapian?
Sistem pengapian pada motor bensin berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api guna membakar campuran bahan bakar dab udara sesuai dengan firing order (urutan pengapian).

Nama Komponen dan Fungsinya
a. Baterai
Baterai adalah sumber tenaga untuk arus listrik yang mengalir pada primary coil pada waktu mesin hidup atau pada waktu mesin putaran idling.
b. Switch kontak
Switch ini dipasang pada ujung poros utama kemudi (steer) di depan pengemudi utnuk mempermudah menghidupkan atau mematikan msin.
c. Ignition Coil (koil pembakaran)
Ignition coil berfungsi untuk membangkitkan arus listrik tegangan tinggi untuk diberikan pada busi. Ignition coil sendiri terdiri dari inti besi, primary coil (terdiri dari 300-400 gulungan kawat kasar) dan secondary coil (terdiri dari 15.000-20.000 gulungan kawat halus).
d. Distributor
Distributor dapat dibagi menjadi 3 bagian yang penting.
1. Kontak breaker, bagian ini yang membuka dan menutupkan platina, sehingga mengalir atau terputusnya arus listrik pada kumparan primer.
2. Distributor unit, dimana bertugas membagi-bagikan arus listrik bertegangan tinggi pada silinder.
3. Spark advancer, peralatan yang secara otomatis mengatur waktu pengapian, sesuai dengan putaran mesin dan beban.
e. Busi
Busi disekrupkan pada ruang bakar dan celah elektroda (gap) digunakan utnuk menimbulkan loncatan bunga api. Apabila terjadi perbedaan tegangan yang tinggi pada elektroda-elektroda tersebut, terloncatlah api dari gap busi sehingga terbakarlah campuran bahan bakar dalam ruang bakar.
f. Kabel tegangan tinggi
Berfungsi sebagai penghantar tegangan tinggi dari ignition coil ke busi melalui distributor. Pada kendaraan Toyota kabel yang digunakan adalah dengan inti carbon.

sumber : Buku Dasar-dasar Otomotif

Total Tayangan Halaman

Blogger Themes