Jumat, 04 Mei 2012

SANG PEMIMPI - ANDREA HIRATA


Sejak melihat aksi Arai di bak truk kopra tempo hari, aku mengerti ia adalah pribadi yang istimewa. Meskipun perasaannya telah luluh lantak pada usia sangat muda tapi ia selalu positif dan berjiwa seluas langit. Mengingat masa lalunya yang pilu, aku kagum pada kepribadian dan daya hidupnya. Kesedihan hanya tampak padanya ketika ia mengaji Al-Qur�an. Dihadapan kitab suci itu ia seperti orang mengadu, seperti orang yang takluk, seperti orang yang kelelahan berjuang melawan kahilangan seluruh orang yang dicintainya.

Setiap habis magrib Arai melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur�an di bawah temaram lampu minyak dan saat itu seisi rumah kami terdiam. Suaranya sekering ranggas yang menusuk-nusuk malam. Ratap lirihnya mengirisku, menyeretku ke sebuah gubuk di tengah ladang tebu. Setiap lekukan tajwid yang dilantunkan hati muda itu adalah sayat kerinduan yang tertanggungkan pada ayah-ibunya.

Itulah dua paragraf dari sekian banyak cerita yang menggambarkan tokoh Arai dalam novel Sang Pemimpi. Tokoh yang tak pernah muncul sedikitpun dalam novel Laskar Pelangi meskipun Ikal telah mengenalnya dekat sejak kelas tiga SD. Ketika Arai, sepupu jauhnya itu harus hidup sebatang kara menjadi piatu ketika ia lahir, dan menjadi yatim menginjak kelas tiga SD.

Sang Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006.

Mengisahkan masa remaja Andrea �Ikal� Hirata bersama sepupu jauhnya itu dan Jimbron temannya yang gagap yang juga sebatang kara seperti Arai. Mereka bertiga pergi merantau ke Magai untuk melanjutkan SMA karena tak ada Sekolah SMA di kampung mereka.

Selayaknya kenakalan remaja, novel ini tampak komik pada awalnya. Kisah-kisah lucu dan nakal mereka bertiga tergambar sangat jelas dalam benak pembacanya. Namun perlahan-lahan karakter dan kisah pada novel ini akan berkembang dengan sendirinya. Memberikan rasa humor yang halus, berbagi semangat hidup yang tak kunjung padam.

Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini, Arai dan Ikal, akan menuntun pembaca dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan diri sendiri.

Dalam novel ini Ikal berusaha mengumpulkan mozaik-mozaik kehidupan yang akan terkumpul menjadi satu jawaban. Kisah Sang Pemimpi yang akan menjadi kenyataan. Jawaban-jawaban itu pula ada dalam novel berikutnya, Edensor. Yang banyak mengambil setting di luar negeri. Dan Maryamah Karpov yang akan terbit tahun ini.

Satu kalimat motivasi oleh Arai yang juga tertera pada pembatas buku dalam novel ini. Suatu kalimat untuk kita untuk tidak takut bermimpi.

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu.

Unduh Sang pemimpi

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes