Rabu, 25 Juli 2012

Konstruksi Mesin V6


 Pertama, Valve adalah klep, sedangkan V adalah konfidurasi mesin. Apapun Type n Konfigurasi mesinnya, semuanya pasti menggunakan Valve / klep. Baik dia itu SOHC, DOHC, OHV, Vtec dll.
Dalam masalah Valve/Klep, yg dipermasalahkan adalah jumlahnya. Makanya ada yg ditulis 16 Valve, 24 Valve dst… Jumlah Valve/klep yg dimaksud sebenarnya adalah berapa banyak Valve / Klep yg bekerja melayani 1 piston. Kira – kira begini :
- Mitsu Eterna, 16 Valve. Konfigurasi mesinnya In-Line (soal konfigurasi mesin akan saia bahas sesudah ini) 4 Piston. Jadi 16 Valve dibagi 4 Piston = 4 Valve utk tiap 1 piston.
- Galant Hiu, 24 Valve. Konfigurasi mesin V, 6 piston (makanya disebut V6). 24 Valve dibagi 6 Piston = 4 Valve utk tiap Piston
- Motor Suzuki Satria FU 4 Valve. Krn motor cuma punya 1 piston, dah tau kan berapa jumlah Valve per piston ?
Oh iya, Piston adalah komponen mesin yg bertugas mengubah energi pembakaran BBM menjadi energi gerak. Jadi Ukuran dan jumlah piston sangat menentukan besar kecilnya tenaga mesin. (Utk ukuran piston, orang awam biasa menyebutnya CC, misalnya mesin 2000 CC, walaupun sebenarnya utk perhitungan CC mesin bukan hanya dari besarnya piston)
Kedua, soal konfigurasi mesin. Konfigurasi mesin yg umum utk mobil-2x di Indonesia ada 2 :
1. Segaris (In Line)

2. V

Yang menentukan konfigurasi mesin ini adalah letak susunan pistonnya.
Kita mulai dari mesin segaris (In Line).

Mesin konfigurasi ini adalah mesin yg paling banyak di gunakan di indonesia. Segaris krn posisi semua piston disusun berbaris lurus seperti garis.

Ini contoh animasinya :

 Nah, sedangkan utk mesin V, karena posisi pistonnya disusun bersebelahan, seperti membentuk huruf V. Cara nyusunnya, Kalo utk mesin V6, maka 3 piston di sebelah kiri n 3 piston lagi di sebelah kanan.
Ini contoh animasinya :




Nah, dari contoh gambar diatas, dah kebayang kan gimana panjangnya mesin kalo seandainya 6 Piston konfigurasi sebaris (In Line).

Itulah kelebihan mesin V, Jumlah piston yg lebih banyak, CC lebih besar tapi ukuran mesin yg kecil.

Jadi seperti yg dah saia sebut diatas, yg sangat mempengaruhi besarnya tenaga mesin itu adalah jumlah piston dan CC nya. Kalo pun ada mesin yg Punya CC sama, misalkan Mesin 4 Piston 2000 CC VS Mesin 6 Piston 2000 CC, maka dapat dipastikan mesin 6 piston akan lebih unggul dari yg 4 piston.
Sedangkan manajemen klep seperti VVT-I, VTEC dll itu hanya utk optimalisasi mesin tersebut.
Utk masalah Galant Hiu bisa mengalahkan mobil-2x keluaran terbaru, dah dapat gambaran kan dari mesin V6 yg diusungnya ? Selain itu, kecangnya sebuah mobil juga tergantung arah dari pembuatan mobil tersebut. Mobil kencang itu adalah kombinasi dari mesin ok dan gear ratio yg mendukung.

Galant Hiu dan mobil – mobil lainnya keluaran Mitsubishi emang diciptakan utk jadi mobil kencang. Mereka kurang memperhatikan segi efisiensi. Makanya umumnya mobil-2x keluaran Mitsubishi dikenal rada boros BBM.

Jelas sangat berbeda ama mobil-2x baru keluaran sekarang yg lebih mengedepankan sisi efisiensi BBM, sehingga kencangnya yg terpaksa dikorbankan. Makanya seperti yg dibilang ama agan JustJoni, kalo mo membandingkan Hiu, cari pembanding yg seimbang.
SOHC VS DOHC
Mesin SOHC memiliki karakter torsi besar di RPM rendah dan menengah Sedangkan mesin DOHC unggul di RPM tinggi.
Krn itu mesin SOHC lebih gampang utk Burn Out, sedangkan kalo bicara kencang… dengan CC mesin sama, rasanya gak mungkin DOHC kalah ama SOHC…
Mesin SOHC lebih enak dipake utk stop n go, seperti di kota yg sering macet lah.

Mesin DOHC enaknya pas di RPM tinggi, misalnya di jalan tol.

Mesin DOHC lebih gampang mengadaptasi teknologi manajemen klep seperti VTEC dll.
Mesin SOHC lebih ringan n lebih simple, termasuk dalam hal perawatan.


0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes