Minggu, 29 Juli 2012

SHOCK ABSORBER
Ketika kendaraan mengalami kejutan dari permukaan jalan, pegas suspensi mengkerut dan mengembang untuk menyerap kejutan tersebut. Namun, dikarenakan pegas mempunyai karakter turun-naik, dan juga dikarenakan sering membutuhkan waktu bagi pegas untuk berhenti turun-naik, maka tingkat kenyamanannya menjadi kurang, kecuali ada suatu alat yang dapat meredam turun-naiknya pegas ini. Nah tugas untuk mengatasi masalah tersebut ada pada shock absorbers atau “shock”. Shock absorber tidak hanya untuk meredam gaya pegas yang berlebihan, untuk meningkatkan kenyamanan, namun juga memberikan daya cengkram pada ban yang `lebih baik dan meningkatkan kestabilan kemudi.
JENIS SHOCK ABSORBERS
Single-action shock absorber
Daya redamnya hanya terjadi ketika shock absorber merenggang. Daya redam tidak terjadi ketia dia menekan.
Multiple-action shock absorber 

Daya redamnya terjadi baik ketika mengembang atau ketika menekan. Sekarang ini, kebanyakan tipe shock absorber ini yang yang dipakai pada kendaraan.






Twin-tube shock absorber Tabung cylinder dibagi kendalam pressure tube dan outer tube menjadi working chamber (inner cylinder) dan reservoir chamber (outer cylinder).

Konstruksi shock absorber tipe twin-tube 
Dibagian dalam absorber shell (outer tube) terdapat satu cylinder (pressure tube), dan di dalamnya lagi ada satu piston yang bergerak turun-naik. Di dasar piston rod, dipasang satu piston valve untuk menghasilkan 
Daya redam ketika shock absorber merenggang (selama rebounding). Pada bagian bawah cylinder terdaoat satu base valve untuk menghasilkan daya redam pada saat shock absorber menekan (selama bounding). 
Di dalam cylinder diisikan pelumas yang jumlahnya 2/3 dari reservoir chamber, sisanya diisi dengan tekanan udara.




0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes