Rabu, 18 Juli 2012

Konstruksi Tabung Silinder

Konstruksi Tabung Silinder




Secara umum terdapat tiga tipe utama konstruksi silinder.
1. Silinder Integral
Silinder integral adalah dimana silindernya dicetak menjadi satu unit dengan blok engine, hal ini secara umum adalah blok engine yang terbuat dari bahan besituang kelabu dan khusus untuk silindernya ditambah dengan bahan lain agar kuatdan dapat dibentuk sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
2.Tabung Kering.
Tabung silinder kering digunakan pada blok silinder yang akan diperbaiki kerenarusak. Tabung juga digunakan pada blok engine yang bahannya terbuat dari bahanyang lebih rendah kekuatannya dari besi tuang kelabu. Tabung kering dalampemasangannya pada blok engine mempunyai dua metoda yaitu : pertama tabungdipasang dengan interferens. Kedua adalah pada sisi bagian atas tabung terdapatflange yang menempatkan tabung pada blok engine, selanjutnya tabung akanterjamin pada blok engine dengan pemasangan cylinder head.
3. Tabung Basah atau Sisipan
Apabila menggunakan tabung basah maka blok engine dicor tanpa silinder atautabung sisipan, dan apabila tabung atau sisipan dipasangkan pada blok enginemaka tabung tersebut akan berhubungan langsung dengan mantel air pendingin.Pada bagian atas dan bawah tabung diberikan seal untuk mencegah kebocoran air pendingin. Contoh mobil yang menggunakan tabung basah diantaranya AlfaRomeo, Peugeot dan Lancia.
Setelah tabung silinder dipasang maka selanjutnya dilakukan penghalusan (hone)untuk mendapatkan ukuran yang sesuai. Penghalusan permukaan silinder untuk mempersiapkan kontak yang baik pada cincin piston untuk mencegah kebocoran gas.Hal yang penting didalam pengalusan permukaan silinder adalah harus mendapatkansudut crosshatch yang tepat. Sudut crosshatch yang dikehendaki secara umum sebesar 30-45 derajat. Perhatikan gambar dibawah. yang memperlihatkan bentuk crosshatch padatabung silinder.
Konstruksi Tabung Silinder

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes