Senin, 23 Juli 2012

PENGUJI TRANSISTOR


Rangkaian penguji transistor. Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.


Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.


Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.


Bagi para pemula yang hobby elektronik terkadang bingung dalam menentukan jenis transistor, PNP atau NPN. Jangan khawatir saya akan coba memberi solusinya melalui rangkaian penguji transistor agar tak bingung dalam menentukan transistor. Coba kita membuat rangkaian elektronika sederhana namun memudahkan kita dalam membuat rangkaian dengan hanya melihat secara visual.


Dengan mengetahui jenis transistor kita akan lebih mudah dalam menentukan kaki dari transistor E(emiter), B(basis) dan C (colektor). Dengan rangkaian ini juga kita dapat mengetahui bahan dari transistor tersebut, Silicon atau Germanium. Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar rangkaian dan keterangan gambar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes