Selasa, 24 Juli 2012

Sensor Pada Sistem EFI

Sensor pada rangkaian sistem EFI berfungsi memberikan informasi berupa data  yang berbentuk sinyal yang diolah menjadi sinyal analog ke sinyal digital yang dilaporkan ke ECU.
Jenis sensor dilihat dari kemampuan mengirimkan data ke ECU ada 4 yaitu:
  1. Sensor Conventional : sensor tingkat rendah karena dia hanya mengirimkan sinyal analog ke ECU, dengan demikian ECU harus mengolah lagi sinyal ini untuk diterjemahkan.
  2. Sensor 1st Integration level: level pertama sudah dilengkapi pengolah sinyal analog
  3. sensor 2nd integration level: level kedua sinyal yang sudah berbentuk digital
  4. Sensor 3rd Integration level: level paling tinggi tergolong “intelegent sensor”
Untuk lebih jelas bisa anda lihat di gambar 6.a
Keuntungan intelegent sensor adalah: mengurangi beban pada ECU , fleksibel yang memungkinkan komunikasi pada jaringan BUS (komunikasi serial), memungkinkan digunakan pada berbagai ECU, Mengurangi tingkat kesalahan pada sinyal yang dikirimkan.
Pengertian sederhana sinyal analog dan sinyal digital:
    1. sinyal analog adalah misalnya sebuah komponen elektronika dalam sebuah rangkaian yang apabila terkena aksi panas, getaran, tekanan yang berbeda-beda maka  dia akan mengirimkan pulsa output berupa/ berwujud perubahan “tahanan listrik atau arus listrik”  yang berbeda-beda
    2. sinyal digital adalah misalnya dalam rangkaian elektronika yang mendapatkan input berupa panas, getaran, tekanan yang berbeda-beda maka ia akan mengeluarkan output digital 0-1 atau nyala-padam yang bisa juga diwujudkan dalam grade berupa angka atau bukan angka yang bisa dibagi/dikelipatkan pada range/jangkauan mulai sepersepuluh, sepersejuta atau pun tak terhingga.

Sensor pada kendaraan EFI:

1. TPS (Throtle Position Sensor): komponen sensor ini memiliki variable resistor yang berubah menurut seberapa besar pembukaan katub gas yang terjadi, posisi snsor ini di dekat katub gas.
2. Rpm Sensor dan sensor posisi sudut poros engkol: terletak di distributor berguna untuk menyensor putaran mesin, tanda top silinder satu, tanda saat pengapian, dan tanda saat injeksi berlangsung.
3. ECT ( Engine Coolant Temperature) sensor panas engine sering disebut juga THW atau Water Temperature Sensor. Berada di silinder blok dekat aliran air pendingin
4. IAT (Intake Air Temperature) : sensor temperature udara yang ada di saluran intake manifold
5. MAP (Manifold Absolut Pressure) : mengetahui tekanan udara masuk pada manifold.
6. Air Flow Sensor – sensor untuk mengetahui banyaknya udara yang masuk.
7. Sensor Massa Udara: sensor untuk mengetahui massa udara masuk.
8.Sensor Knocking: mengetahui adanya knocking
9.Sensor Gas Buang berfungsi mengetahui fungsi kesehatan katalitik converter

Mengetahui kerusakan sensor:

Jika masih terpasang di kendaraan kita belum tahu mana yang rusak maka harus digunakan alat yang disebut SCANTOOL, walau bukan alat yang segalanya dan hanya berupa alat bantu melacak kerusakan dibagian sensor yang mana, dan bisa juga di jamper pada titik E1 dan TE1 pada kendaraan Toyota dibagian konektor input scantool. Penjelasan akan dibahas berikutnya, setelah mendapatkan sensor yang rusak dari kerja scantool selanjutnya bisa langsung diganti atau dites dulu dengan AVO meter digital keadaannya bila belum yakin.


0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes