Rabu, 18 Juli 2012

Valve clearance (Celah Katup)


Valve clearance (Celah Katup)
1. Alasan mengapa valve clearance harus dipertahankan
Mengacu pada ekspansi panas, maka pada rocker arm dan valve stem end harus terdapat celah katup. Kalau celah katup terlalu longgar atau sempit, maka akan timbul masalah seperti sebagai berikut.
a. Jika celah katup terlalu sempit, maka valve akan membuka terlalu awal dan menutup lambat, sehingga mengakibatkan terjadi Miss fire atau Back fire.
b. Jika celahnya terlalu longgar. Then the valve shall be opened later and closed earlier, so as to make noises and shocks.
2. Cara mengontrol Valve clearance – Screw type
a. Hidupkan mesin sampai mencapai temperatur normal, kemudian matikan mesin.
b. Gunakan socket wrench dan latch, putar baut crank shaft pulley sampai tanda V yang terdapat pada pulley bertemu dengan tanda timing T, yang terletak dibagian tutup bawah pada timing belt. Ayunkan intake dan exhaust rocker arms pada cilynder pertama dan keempat. Jika piston pada cylinder pertama dilangkah kompresi berada pada posisi TDC, maka intake dan exhaust rocker arms pada cylinder pertama dapat digerakkan. Namun jika rocker arms pada cylinder pertama tidak mau bergerak, berarti, di cylinder pertama berada pada posisi langkah buang.


c. pada langkah kompresi di cylinder pertama, periksa dan sesuaikan celah katupnya sepertik tampak pada gambar dibawah ini. Cara untuk menyetel celah katup adalah seperti itu; kendurkan baut pada rocker arm; sisipkan filler gauge antara rocker arm dan valve stem end sesuai dengan spesifikasinya; sesuaikan jaraknya dengan memutar sekrup menggunakan obeng; tarik keluar thickness gauge; kemudian periksalah jaraknya.

e. Putar crank shaft sebanyak satu putaran untuk menempatkan cylinder keempat ke langkah kompresi. Periksa dan lakukan penyetelan pada yang lainnya
Jangan menyetel celah katup bila, mobil sudah dilangkapi dengan Hydraulic Last Adjuster.
2. Penyetelah MLA shim
1. Set #1 cylinder ke TDC compression
2. periksa posisi TDC pada camshaft
3. Periksa celah pada
#1 intake valve, exhaust valve
#2 intake valve,
#3 exhaust valve
4. Putar crank shaft sebanyak satu putaran
5. Periksa clearance untuk
#2 exhaust valve,
#3 intake valve
#4 intake valve, exhaust valve
6. Jika celahnya diluar spesifikasi, ganti adjusting shim dengan menggunakan SST.
Spesifikasi (20ºc)
Intake 0.12 ~ 0.28mm
Exhaust 0.2 ~ 0.36mm
7. Lihat tabel dan cara penyetelah dari buku shop manualnya.
Cara mengganti shim?
1. Putarlah crankshaft sampai cuping cam adjusting valve mengarah ke atas.
2. Gunakan special tool (09220 – 2D000), tekan kebawah valve lifter dan tempatkan stopper antara camshaft dan valve lifter kemudian lepas special tool.
3. Lepas adjusting shim dengan menggunakan obeng dan magnet.

4. Ukurlah ketebalan shim yang telah dilepas dengan mengunakan micrometer
5. Pilihlah shim yang baru berdasarkan tabel pilihan shim di buku shop manual.
[CATATAN]
Shims yang tersedia adalah 20 macam ukuran dengan selisih 0.04 mm dari 2.00 mm sampai 2.76 mm. 
6. Tempatkan adjusting shim yang baru pada valve lifter.
7. Dengan menggunakan special tool (09220 – 2D000), tekan valve lifter kemudian lepas stopper.
8. Periksa kembali celah katupnya.
[Spesifikasi pada suhu 20°C]
Intake : 0.17 – 0.23 mm

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes