Rabu, 18 Juli 2012

Variable Cylinder Management (VCM)


Variable Cylinder Management (VCM)
Teknologi Varible Cylinder Management (VCM), yang mampu mengatur jumlah silinder yang aktif dalam melakukan pembakaran sesuai dengan beban mesin, medan yang dilalui, serta kecepatan kendaraan. Selintas, peralihan dari pengoperasian 6 silinder ke 3 silinder dan dari 3 silinder kembali ke 6 silinder itu tampak sederhana. Namun, dalam kenyataannya, proses itu sangat rumit. Mengingat komponen 3 silinder yang dioperasikan dan dinon-aktifkan itu bergerak dalam tempo yang sangat tinggi, beberapa ratus putaran per menit.
Mesin 6 silinder sangat mudah diseimbangkan, tetapi tenaga yang dihasilkan oleh 3 silinder tentunya berbeda jauh dengan 6 silinder sehingga tidak dapat dihindari munculnya getaran. Secara normal, seharusnya peralihan dari 3 silinder ke 6 silinder dan sebaliknya akan terasa. Namun, dengan teknologi yang dimilikinya, Honda dapat membuat proses peralihan dari 3 silinder ke 6 silinder itu dan sebaliknya, berlangsung dengan halus dan mulus sehingga pengemudi atau penumpang yang berada di dalam mobil sama sekali tidak menyadari adanya peralihan tersebut. Bahkan, saat mereka mencoba untuk merasakan peralihan itu.

Prinsip kerja VCM adalah - Beban Mesin Berat
Pada saat mobil membutuhkan tenaga, seperti dalam keadaan mendaki atau akselerasi, VCM mengatur mesin agar beroperasi penuh dengan 6 silinder yang bekerja secara bersamaan untuk pembakaran bahan bakar yang optimal dan menghasilkan kekuatan yang besar.
- Beban Mesin Sedang
Saat kendaraan melaju dengan kecepatan sedang atau melakukan akselerasi dengan perlahan, VCM menutup dua buah katup sehingga mesin bekerja dengan 4 silinder, untuk menghasilkan keseimbangan optimal antara tenaga dan efisiensi bahan bakar.
- Beban Mesin Rendah
Pada saat kendaraan bergerak dalam kecepatan rendah atau dalam kondisi cruising, maka hanya 3 silinder segaris yang bekerja untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.
teknologi ini menggunakan selenoid untuk membuka CAM terhadap rockers-nya sehingga gerakan CAM menjadi bebas dan mebuat valve tetap menutup, mobil yang telah menggunakan teknologi ini biasanya memiliki Active Noise Cancellation (ANC) and Active Control Engine Mount (ACM)ditambah system drive by wire dan management computer akan membuat perpindahan tersebut menjadi sangat smooth

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes