Rabu, 18 Juli 2012

Dasar Sistem Operasi EFI

Dasar Sistem Operasi EFI
Berikut ini akan kita coba untuk memberikan penjelasan tahapan  dasar dari sistem EFI (Electronik Fuel Injection) untuk dapat bekerja secara normal.
  1. Udara masuk dari intake manifold, dimana didalam intake manifold terdapat air flow meter yang mengukur besaran dari udara masuk, disini udara di mix (dicampur) dengan bahan bakar yang
  2. disemprotkan fuel injector.
  3. Fuel injector diletakkan berjajar dekat pada katup intake (masuk) untuk mempercepat masuk kedalam ruang bakar. Fuel injector bekerja dengan electrical solenoid (lilitan kawat) yang operasinya dikontrol leawat ECU.
  4. ECU memberikan denyutan (pulse) pada fuel injector seperti saklar on-Off, dimana mematikan ground untuk mendapatkan denyutannya.
  5. Ketika injector pada keadaan on (hidup), injector dalam keadaan open (terbuka), semprotan bahan bakar yang teratomizasi disemrotkankan dibalik dari katup masuk.
  6. Ketika bahan bakar disemrotkan pada intake manifold ini, bahan bakar dicampur dengan udara yang masuk bergantung pada tekanan yang terbentuk selama bukaan throotle valve, perbandingan yang ideal campuran ini adalah 14:7:1, sesuai dengan perbandingan stokimometri.
  7. ECU menentukan banyaknya injeksi bergantung pada  pengukuran udara masuk dan rpm mesin.
  8. Bergantung pada kondisi operasi mesin, maka semprotan bahan bakar bervariasi hal ini dihitung oleh ECU lewat sensor sensor yang ada, antara lain temperatur mesin, rpm mesin, sudut bukaan throttle, sensor oxygen pada gas buang, hal ini membuat ECU menghitung besaran semprotan dari fuel injection.

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blogger Themes